‪Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Makin Meluas, Angin Besar Hambat Pemadaman

MAJALENGKA (CT) – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) wilayah Kabupaten Majalengka semakin meluas, kebakaran juga terjadi di Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, api bari bisa dipadamkan pada Senin (19/10).

Menurut keterangan Kepala Seksi Perlindungan Taman Nasional Wilayah II Majalengka BTNGC Adi Sularso, kebakaran hutan yang terjadi di Desa Argalingga Kecamatan Argapura tepatnya di tiga blok masing-masing Blok Kalipa, Lempah Bitung dan Lempah Jarak terjadi akibat rembetan api dari hutan sekitar Desa Bantaragung yang terbakar pada Sabtu (17/10) malam.

“Titik apinya tidak jelas, namun kebakaran yang terjadi di Argalingga ini akibat rembetan api dari Bantaragung,” ungkap Adi Sularso kepada CT, Senin (19/10).

Adi belum bersedia menjelaskan berapa luas areal hutan yang terbakar di wilayah Argalingga dan wilayah lainnya seperti di Desa Sanghiang Kecamatan Banjaran, pihaknya masih menghitung dan mengukur luas lahan yang terbakar tersebut, karena kebakaran baru selesai di padamkan, demikian juga dengan nilai kerugian yang diderita.

Hanya menurutnya berdasarkan data sementara luas areal yang terbakar di Desa Bantaragung saja terhitung 14 Agustus lalu telah mencapai 80,6 hektare, terdiri dari tanaman pinus dan pohon tanjung dan puspa. Pohon pinus dimungkinkan tidak akan tumbuh kembali karena kondisi tanaman bergetah, sedangkan pohon puspa kemungkinan masih bisa bertahan hidup.

Setiap kali terjadi kebakaran, kondisi api sulit dipadamkan, api terkadang muncul kembali dari semak meskipun sudah ditutup dengan tanah, atau dari tunggul pohon yang apinya belum benar-benar mati kemudian tertiup angin dan apinya membesar.

“Atau api terkadang muncul dari percikan yang terbakar, kemudian merembet ke wilayah lainnya. Pemadaman api disiang hari atau sore hari sangat sulit dilakukan karena angin berhembus kencang, pemadaman yang paling mudah dilakukan disaat pagi hari, karena angin pada pagi hari mereda,” papar Adi Sularso yang mengaku baru pulang melakukan pemadaman api di wilayah Argalingga.

Menurutnya kondisi terparah kebakaran terjadi di wilayah Bantaragung pada pekan kemarin, untuk pemadaman api hingga menerjunkan warga dari tiga desa, Bantaragung, Cikaracak dan Sindangwangi. Saat ini menurut Adi, pihaknya berkonsentrasi pada pencegahan kebakaran, dan berupaya terus melakukan advokasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembuangan puntung rokok apalagi pembakaran hutan, karena dampaknya sangat fatal.

“Sekarang semua pengawas diterjunkan untuk melakukan pencegahan kebakaran, akan cukup lama untuk merehabilitasi hutan hingga kondisi tanaman seperti kemarin sebelum terbakar. Kami kini terus waspada dan berada di lapangan,” ungkapnya. (Abduh)

1440 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*