1558 Mahasiswa Diospek, Rektor UNMA Tegaskan Hindari Perploncoan

MAJALENGKA (CT) – Tidak kurang dari 1558 mahasiswa baru Universitas Majalengka, secara serempak mengikuti orientasi mahasiswa baru tahun akademik 2015-2016 yang berjalan dengan akrab dan penuh kekeluargaan bertempat di Auditorium Kampus UNMA, Jumat-Minggu, 2-6 September 2015.

Rektor UNMA Prof Dr Ir H Sutarman MSc pada kesempatan membuka acara, untuk mewanti-wanti kepada panitia maupun mahasiswa senior untuk tidak melakukan perpeloncoan atau tindakan yang berbau perpeloncoan sekecil apapun.

“Ospek ini harus diarahkan kepada pengenalan kampus dan pelayanan. Perlakukanlah mereka dalam Ospek ini seperti layaknya kakak kepada adiknya. Jangan cederai kepercayaan adik-adikmu kepada lembaga oleh tingkah yang bisa merugikan berbagai pihak,” pintanya saat membuka Ospek, Jumat (04/09).

Kegiatan Ospek selama tiga hari tersebut, kata Sutarman, adalah kegiatan akademik pertama yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, dengan tujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada kegiatan akademik dan non akademik sehingga mereka lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.

Hal sama disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UNMA, Reggy Prasetya, yang mengharapkan kepada panitia ospek untuk melakukan kegiatan yang santun dan bermartabat. Jenjang pertama dunia akademik di UNMA bagi mahasiswa baru adalah menjalani kegiatan Ospek.

Lebih lanjut Reggy mengatakan, pada kegiatan ospek yang digelar berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, sebab peserta tidak menggunakan atribut ospek secara umum. “Ini merupakan kegiatan perkenalan mahasiswa baru kepada dunia kampus, melalui kegiatan ini, pihak panitia ingin merubah pola pikir dan prilaku mahasiswa baru, sebab kehidupan kampus berbeda dengan pada saat mereka masih sekolah.” Ungkap Reggy.

Dalam kegiatan ini, BEM UNMA meminimalisir segala bentuk perpeloncoan atau kontak fisik, melalui kegiatan ospek yang lebih positif, Reggy berharap mampu membangun mental mahasiswa baru khususnya dalam berorganisasi serta mencintai kampus sepenuh hati.

“Tidak ada perpeloncoan, jika ada yang salah atau tidak menjalankan kewajibannya selama Markas berlangsung, hukuman yang diberikan dalam bentuk sewajarnya.” Jelasnya.

Esensi dan tujuan Ospek itu di antaranya sebagai akselerasi pelayanan dan perkenalan, maka dalam proses perkenalan ini harus diberikan kesan terbaik untuk bisa mengenal, membuat “cinta” tehadap dunia kampus dan perkuliahan serta untuk memberikan gambaran mengenai kehidupan aktivitas kemahasiswaan/pembelajaran mahasiswa sehingga diharapkan bisa beradaptasi dan “menikmati” dengan dunia barunya. (Abduh)

1686 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*