2 Pembunuh Tukang Ojeg di Majalengka Divonis 18 Tahun Penjara

MAJALENGKA (CT) – Dua orang pembunuh tukang ojeg Saripudin warga Desa Sukadana Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka divonis 18 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Majalengka.

Menurut keterangan Humas Pengadilan Negeri Majalengka Guse Prayudi tersangka pembunuh NM (19) divonis melalui putusan Nomor : 157/Pid.B/2015/PN. Mjl.

Guse mengatakan, putusan hakim menyatakan terdakwa Nana Mulyana Bin Dinta bersalah melakukan tindak pidana pencurian diikuti dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia yang dilakukan oleh dua orang bersekutu sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 365 ayat (4) KUHP, seperti dakwaan JPU.

“Hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Nana Mulyana Bin Dinta selama 18 (delapan belas) tahun penjara dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan,” jelas Guse kepada CT, Jumat (04/12).

Sedangkan terdakwa WK (32) menurutnya melalui putusan Nomor : 158/Pid.B/2015/PN. Mjl dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pencurian diikuti dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia yang dilakukan oleh dua orang bersekutu sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 365 ayat (4) KUHP, seperti dakwaan JPU.

Guse mengungkapkan hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Wawan Kurniawan Als Ciwong Bin Soleh selama 18 (delapan belas) tahun penjara dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan.

Selain itu menurutnya putusan hakim juga menetapkan barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor jenis Honda /merk Honda Supra Fit warna hitam No. Pol: E-2850-VN Noka : MH1HB31165K09878; 1 (satu) lembar STNK untuk kendaraan sepeda motor jenis Honda /merk Honda Supra Fit warna hitam No. Pol: E-2850-VN Noka : MH1HB31165K09878; 1(satu) kunci kontak; Dikembalikan pada Maman Faturohman mewakili pihak keluarga korban.

Seperti diberitakan CT sebelumnya kronologis pembunuhan tukang ojeg Saripudin, awalnya pada Selasa (21/07) sore, tersangka WK bersama temannya NM berniat menemui relasi kerjanya penjual reng Kakek Iso di Desa beusi, Kecamatan Ligung. Ketika berangkat dia menggunakan jasa ojek Sarifudin (korban) yang ditemuinya di pangkalan ojek di Pasar Maja. Saat berangkat Sarifudin mengemudikan sepeda motor tersangka WK duduk di tengah dan NM duduk di paling belakang.

Namun baru sampai di Cigasong WK mengurungkan niatnya menemui Kakek Iso dengan alasan saat dihubungi melalui sambungan telponnya tidak ada jawaban. Sehingga mereka akhirnya main di Perempatan Cigasong sambil makan nasi goreng. “Setelah makan nasi goreng tersangka WK minta Sarifudin untuk pulang melalui jalur jalan Sangkanhurip,” jelas Kasat Reskrim AKP Andhika Fitransyah.

Di tikungan di Sangkanhurip tersangka WK menghentikan laju sepeda motor dan berusaha mengajak ngobrol di kegelapan, saat itulah leher korban di telikung hingga tak mampu bergerak dan korban lunglai terus terjatuh. Untuk meyakinkan bahwa korban telah meninggal dia segera dijerat dengan tali tambang plastik yang ada di bagasi sepeda motor. Setelah itu korban di buang ke bawah jembatan yang airnya surut.

Menurut Kasat Reskrim setelah melakukan pembunuhan sepeda motor rampasan dan digunakannya untuk keliling Majalengka, setelah itu karena takut ditangkap sepeda motor disimpan di sebuah lio (pabrik) bata di perkebunan jati di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati. Tiga hari kemudian sepeda motor diambil dan dijual kepada salah seorang warga di Jatiwangi seharga Rp 1.350.000. Hasil penjualan sebesar Rp 350.000 dipergunakan untuk jajan bersama NM sisanya masih ada di dompetnya.

Tersangka WK dan NM menurut Kasat Reskrim dijerat pasal 365 KUHP dan atau 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHPidana denga ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 Tahun. (Abduh)

2742 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*