Air Tak Ngocor, Warga Talaga Keluhkan Layanan PDAM

MAJALENGKA (CT) – Warga kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka mengeluhkan layanan perusahaan daerah air minum (PDAM) terutama mengenai pasokan air yang sering tersendat dan tidak lancar.

“Air PDAM tidak lancar, ngocornya hanya kadang-kadang, seringkali ngocornya hanya malam hari saja,” kata Farid warga Desa Talaga Kulon Kecamatan Talaga, Jumat (07/08).

Farid mengatakan dengan telah naiknya tarif PDAM harusnya diimbangi dengan pelayanan prima karena justru di blok lain di Talaga air PDAM saat ini justru lancar dan pasokan seperti biasanya karena daerah Talaga banyak mata air alami.

“Kami tidak keberatan dengan bayar mahal asal pelayanan prima, kalau air debitnya menurun karena sekarang musim kemarau kami paham tapi jangan kadang-kadang ngocornya, kalau tidak malam hari, hanya pagi saja ngocornya sedangkan kami butuh air itu bisa dikatakan 24 jam,” ujarnya.

Hal berbeda dikatakan Atik (34) warga blok Kamoja Desa Talaga Wetan Kec. Talaga, menurutnya meskipun sekarang sudah mulai memasuki musim kemarau namun pasokan air PDAM tetap lancar seperti biasanya. “Katanya rumah saya ada di jalur pipa utama jadi air debitnya tidak berkurang dan konsisten ngocornya meskipun kadang-kadang tidak ngocor namun tidak terlalu sering,” jelasnya.

Menurut keterangan Direktur Utama PDAM Majalengka Agus Andri Subandri, debit air PDAM Majalengka turun sebesar 20 persen hingga 30 persen sejak sebulan terakahir, akibatnya pada jam-jam tertentu pasokan air ke konsumen banyak yang terhenti, air baru mengalir kembali setelah penggunaan berkurang.

Menurutnya penyusutan debit air tersebut hampir terjadi disemua tempat baik air permukaan ataupun air bawah tanah dan air yang bersumber dari mata air seperti halnya Cilongkrang atau Cirumput. “Konsumen di wilayah Kecamatan Kadipaten dan Dawuan semua menggunakan air permukaan dari Sungai Cilutung, di sungai tersebut juga permukaan air menyusut makanya pasokan air ke konsumen juga otomatis berkurang,” kata Agus.

Air yang masuk ke pengolahan dari sungai Cilutung biasanya menurut Agus hingga mencapai 40 liter per detik saat ini turun hanya 30 liter perdetik. Demikian yang masuk pada pengolahan air untuk PDAM di wilayah Jatitujuh dan Kertajati.

Untuk wilayah Majalanegka air dipasok dari Cilongkrang dan Cirumput, sebagian dipasok dari wilayah Pajajar, Rajagaluh sama dengan wilayah Sukaraja dan Sukahaji yang mengalirannya dilakukan lewas sistim grafitasi. Namun dari dua sumber mata air inipun debit turun hingga 30 persenan.

Sedangkan untuk wilayah Talaga menurutnya air dipasok dari Situ Hideung dan Pantan, namun ada pengecilan ukuran pipa ditambah musim kemarau yang membuat debit air berkurang. “Di mata air kami harus berbagi dengan warga sekitar sehingga ukuran pipa dibatasi,” ungkapnya. (Abduh)

1842 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*