Aktivitas Pedagang Daging di Pasar Sindangkasih Ramai Pembeli

Majalengkatrust.com – Sejumlah pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Sindangkasih, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka mulai berativitasnya kembali setelah hari pertama puasa kemarin, hampir sebagian besar pedagang meliburkan diri.

Namun harga daging baik daging ayam ataupun daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Majalengka masih mahal. Harga daging sapi yang sempat mencapai Rp 150.000 perkoligram pada H-1 bulan Ramadhan, kini hanya turun Rp 15.000 perkilogram.

Padahal biasanya harga daging tersebut, kembali normal setelah dua hari puasa berlangsung, kini harga lebih mahal Rp 15.000 saja karena biasanya harga daging sapi hanya mencapai Rp 120.000, untuk tingkat eceran dan Rp 115.000 untuk paket besar atau pada pelanggan khusus seperti pegadang bakso.

“Kami kemarin libur untuk beristirahat karena cape seharian penuh melayani pembeli hampir tidak istirahat,” ungkap Dudung pedagang daging sapi, Senin (29/05).

Stok daging sendiri menurutnya mencukupi bahkan banyak, hanya saja harga sapi kini cikup mahal maklum bulan puasa banyak petani yang menahan ternaknya untuk lebaran. Jadi otomatis harga ke konsumenpun kini naik belum kembali ke harga semula.

“Kemarin harga jual mencapai Rp 150.000per kg, malah pedagang lain yang memanfaatkan tingginya permintaan pada saat sore hari ada yang menjual sampai Rp 160.000 per kg,” kata Didi pedagang lainnya.

Hal senada juga disampaikan Mimin dan Dinta pedagang daging ayam, Mimin baru berjualan kembali pada Senin (29/5/2017) setelah beristirahat selama sehari, sedangkan Didi masih menjalani libur. Mereka masing-masing mengaku menghabiskan daging ayam hingga 3 kw hingga 3,2 kw saat menjelang puasa. Ditambah daging ayam kampung sebanyak 0,5 kw.

“Kemarin cape sekali makanya beristirahat dulu,” ungkap Mimin.

Menurutnya harga daging ayam untuk sementara masih Rp 40.000 per kg, kondisi tersebjt diperkirakan akan berlangsung hingga menjelang lebaran nanti. Terkecuali bila harga dari tingkat peternak kembali stabil.

“Sepertinya harga baru normal kambei seperti sedia kala usai lebaran nanti. Sekarang harga ayam kampung dari tingkat petaninya saja sudah mahal alasannya bulan puasa atau mereka menunggu lebaran baru dijual. Kami tidak bisa menekan harga dari peternak,” kata Mimin. (Abduh)

897 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*