Ali Surahman: Pemprov dan Pemkab Seharusnya Fasilitasi Relokasi Warga yang Terkena Dampak BIJB

Majalengkatrust.com – Wakil Ketua DPRD Majalengka dari Fraksi Gerindra H. Ali Surahman mengatakan pembangunan sejatinya untuk mensejahterakan masyarakat bukan untuk menelantarkan masyarakat, termasuk rakyat Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka Jawa Barat, desa yang terjajah untuk alasan pembangunan BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat).

“Memalukan Kang Aher, Seharusnya Pemprov memfasilitasi relokasi desa Sukamulya terlebih dahulu, mau dipindah kemana mereka? Desa Sukamulya bukan sekelompok gerombolan yang semaunya saja diserbu 2000 pasukan aparat keamanan. Lebih bijaksana kalau mereka ditawarkan relokasi, dan kalau di relokasi masuk gabung ke desa lain, tidak mungkin kepala desanya dua, perangkat desanya ganda, di atas aset desanya bagaimana, itu semua harus ada regulasinya yang jelas,” ungkap Ali Surahman kepada Majalengkatrust.com, Sabtu (19/11).

Ali menambahkan, Sutrisno selaku bupati seharusnya bersama DPRD Majalengka membuat regulasi yang jelas tentang desa-desa yang berdampak pembangunan BIJB di Kecamatan Kertajati.

“Sampai sekarang mana regulasi payung hukum itu? Tidak ada. Jadi kalau bahasa saya, Sukamulya dijajah bangsa sendiri dengan gaya ala rezim Jokowi. Walau yang pro BIJB bisa diganti rugi, yang lainnya harus dipikirkan, tidak mungkin tetap disitu bertempat tinggal. Harus steril dan direlokasi, Pemkab Majalengka harus pro aktif selamatkan Sukamulya total,” terangnya.

Sementara Humas UMP PT BIJB Riskita T. Widodo mengatakan sampai hari ketiga pengukuran lahan BIJB dari tanah warga yang berkas sudah lengkap berjalan kondusif dan lancar. Dari 36 hektare, kata Widodo, 25 hektare sudah diukur.

“Kita berharap bisa total terukur untuk panjang runway menjadi 3500 meter saat ini kan baru 2500 meter. Sisanya hari ini, mudah-mudahan bisa keukur semua,” jelas Widodo. (Abduh)

1335 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*