Anak Ngaku Disetubuhi Pacarnya, Orangtua Lapor ke Polisi

MAJALENGKA (CT) – Bagaikan kena petir di siang hari, keluarga Encup Supriadi (40) warga Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka setelah mendapatkan pengakuan anaknya sebut saja namanya, Melati (17) telah disetubuhi pacarnya. Hingga melaporkan peristiwa itu ke Unit PPA Satreskrim, Polres Majalengka, Rabu (30/09).

Menurut keterangan Kapolres Majalengka, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid SIK melalui Subbag Humas, Bripka Riyana pihaknya mendapatkan laporan dari orang tua korban dugaan pencabulan.

Sesuai pengakuan korban dihadapan penyidik, kronologis kejadian itu pada Sabtu (22/08) 2015 lalu, sekitar pukul 19.30 WIB, Melati disetubuhi pacarnya berinsial, RM (19) warga Kabupaten Majalengka.

“Kami masih melekaukan penyelidikan kasus ini. Saat ini kita sudah meminta keterangan saksi korban, termasuk mengamankan sejumlah barang bukti,” kata Kapolres.

pihaknya sesaat telah menerima laporan dan membuat laporan polisinya, langsung mendatangi TKP serta mencatat meminta keterangan sejumlah saksi-saksi. Sementara barang bukti yang sudah diamankan, antara lain berupa satu potong kaos warna putih, bertuliskan kata “Bandung”, pakaian dalam korban saat kejadian.

Diceritakannya, korban awalnya korban diajak jalan-jalan terlebih dahulu oleh, RM yang dianggap pacaranya dengan menggunakan sepeda motor untuk membeli bakso di wilayah Kecamatan Bantarujeg.

“Kemudian setelah membeli bakso, pelaku pulang kerumahnya. Namun sekitar pukul 21.00 WIB pelaku kembali lagi ke rumah korban dan menyetubuhi dengan ancaman,” jelas Kapolres.

Kali pertama perbuatan pelaku terhadap korban, dilakukan pada Senin (17/08) sekitar pukul 19.00 WIB. Namun pelaku, ternyata tidak berhenti disitu, perbuatan bejatnya terus dilakukan terhadap korban hingga 11 kali menyetubuhi korban.

“Kami akan secepatnya melakukan penangkapan pelaku yang sudah diketahui identitasnya,” tukasnya. (Abduh)

2349 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*