Awal Musim Tanam, Warga Desa Cengal Majalengka Gelar Tradisi Guar Bumi

Majalengkatrust.com – Adat istiadat buku tahun atau guar bumi merupakan tradisi turun temurun masyarakat Desa Cengal dan Nunukbaru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka yang selalu dilaksanakan saat memasuki awal musim tanam padi dan palawija.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Wa Geblug, tradisi adat Guar Bumi biasanya diawali dengan membawa sesajen tumpeng lengkap dengan lauknya, ke makam leluhur Mbah Jaya Perkasa.

“Intinya kegiatan adat ini adalah berdoa kepada yang Maha Kuasa agar hasil panen berlimpah,” ujarnya, Selasa (06/09).

‪Pantauan CT, para tokoh Adat dan perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga serta sebagian besar adalah para juru kunci makam di wilayah Desa Nunukbaru, melakukan ritual bersama diawali pembukaan oleh Ketua Adat dengan mengulas sejarah dan tradisi-tradisi yang ada di desa tersebut. Kemudian bersama-sama melakukan doa, meminta kepada Allah SWT agar selalu diberikan kebaikan, khususnya saat melakukan penanaman, serta diberikan hasil yang melimpah saat panen kelak.

Menurut Wa Geblug, acara Guar Bumi juga berisis doa untuk arwah para leluhur (karuhun, red), agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Tidak lupa juga berdoa untuk kebaikan seluruh masyarakat, baik yang ada ataupun yang sedang merantau. Setelah itu, dilanjutkan dengan mencuci benda-benda Pusaka peninggalan nenek moyang Desa Cengal dan Nunukbaru. ‬

‪Guar Bumi sendiri, lanjut Wa Geblug, diartikan oleh masyarakat Desa Nunuk Baru sebagai Ngaguarkeun Taneuh ‘Mengolah Tanah’. Selain dari tradisi Guar Bumi, ada juga seperti Pareresan dan Buku Taun ‘ulang Tahun Tani’.‬

Untuk masyarakat sendiri, selain mengikuti kegiatan, juga selalu membuat dan membawa olahan makanan seperti membuat tumpeng, opak, rengginang, dan makanan lainnya yang dibuat dari hasil tani, sebagai bentuk rasa syukur. (Abduh)

1734 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*