Bantah Kampus Dinonaktifkan, Rektor Unma Segera Layangkan Reaktivasi ke Kemenristekdikti

MAJALENGKA (CT) – Rektor Universitas Majalengka (UNMA) Prof. Dr. H. Sutarman membantah penonaktifan kegiatan perkuliahan, pembelajaran dan riset di lingkungan Kampus Unma yang ramai di media massa dan media sosial.

“Nonaktif ini bukan pembekuan tapi nonaktif pangkalan data Perguruan Tinggi, tidak bisa login dulu di sistem Dikti,” kata Rektor Unma Sutarman saat konferensi pers di hadapan wartawan media cetak dan elektronik di ruang rapat rektorat Kampus Unma Jalan KH Abdul Halim, Rabu (23/09).

“Jadi bukan pembekuan pembelajaran hanya sistem Informasi PDPT. Mohon dari pihak pers harus melakukan pencerahan kepada masyarakat, penonaktifan ini bukan berarti tidak boleh melakukan pembelajaran. Kami sedang memperjuangkan secepatnya agar segera reaktivasi, berkas sudah di Kopertis tinggal diproses ke Kemenristekdikti,” jelas Sutarman.

Upaya reaktivasi ini menurut Sutarman yaitu merekrut dosen-dosen baru dari jumlah sekarang sebanyak 62 dosen menjadi 85 dosen. “Merekrut dosen berkualitas ini agak susah dengan pengorbanan dana tidak kecil, minimal Rp 2 juta kali 12 bulan kali 85 dosen, bisa dibayangkan anggaran yang harus dikeluarkan per tahun,” ungkap Sutarman.

Selain itu untuk memenuhi rasio ideal perbandingan dosen dengan mahasiswa dalam proses reaktivasi, Sutarman mengungkapkan pihaknya melakukan pengurangan jumlah mahasiswa. “Penerimaan mahasiswa baru kemarin yang biasanya menerima 2000 mahasiswa lebih, kita batasi menerima 1500 saja, artinya ada mahasiswa yang daftar kita tolak apabila tidak memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Upaya reaktivasi ini menurut Sutarman sampai 30 Agustus 2015 rasio perbandingan dosen dengan mahasiswa harus 1 : 100, tahap berikutnya akhir November 2015 rasio perbandingan dosen dengan mahasiswa untuk prodi eksak harus 1:30 sedangkan prodi non eksak harus 1:45.

“Sekarang rata-rata rasio perbandingan di Unma sudah 1:65, di lihat dari rasio memang belum ideal, kami juga sudah memiliki 41 doktor, kami juga melakukan cara lain untuk mencapai rasio yang diharuskan yaitu melakukan percepatan wisuda yang biasanya akhir November dan Desember, kini dilakukan di bulan September, jadi kami optimis pantas direaktivasi kembali,” jelas Sutarman.

Sutarman juga mengatakan pihaknya juga sudah menutup program kelas jauh. “Hal-hal diatas kami sudah sampaikan ke Kopertis dan perlu rekomendasi dari Kopertis ke Dikti. Saat ini surat rekomendasi sedang dicek Kopertis dan akan dikirim ke Dikti,” jelas Sutarman. (Abduh)

15225 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*