Baru Menikah Satu Tahun, Ibu Satu Anak Jadi Korban KDRT

MAJALENGKA (CT) – Wr (30) warga Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon alami luka lebam dan lecet di beberapa bagian tubuhnya. Luka tersebut diduga karena dianiaya oleh suaminya WS warga Desa Jatimapor, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.

Tidak terima dianiaya suami, Wr yang baru melahirkan tujuh bulan lalu melaporkan kasus yang dialaminya ke Polres Majalengka, Senin (06/70). Menurut keterangan Wartinisngsih saat ditemui di Mapolres Majalengka, aksi penganiayaan yang dilakukan suaminya tersebut telah beraulangkali dilakukan, terakahir terjadi pada Minggu (05/07) sekitar pukul 09.00 WIB di rumah bibinya, Yani, di Jatipamor.

Kejadian itu berawal ketika Wr meminta suaminya untuk menjelaskan latar belakang perihal WS yang akan menceraikannya. Namun bukan jawaban yang diberikan malah tangan kanannya dipelintir, setelah itu rambutnya dijambak dan wajahnya ditampar. Setelah itu bagian perutnya ditendang hingga berulang kali.

“Beberapa hari sebelumnya suami saya mendatangi ibu saya di Palimanan, dia menyebutkan akan menceraikan saya, sementara saya tidak pernah diajak bicara mengenai hal itu. Makanya saya tanyakan ke dia. Tapi bukan penjelasan yang diberikan malah dia menganiaya saya,” papar Wr.

Setelah terjadi keributan yang disaksikan keluarga WS, Wr dipulangkan suaminya ke Palimanan, namun di perjalanan dia ditinggalkan suaminya.

“Karena bagian kepala saya pusing saya beristirahat di Polsek Sumberjaya, hingga akhirnya saya diantar pulang ke Palimanan oleh petugas Polsek dari Sumberjaya,” kata Wr yang sudah menjalani pernikahan dengan suaminya selama satu tahun empat bulan.

Sehari sebelumnya tepatnya Sabtu (05/07), korban juga mengaku sempat dianiaya oleh suaminya di pinggir jalan raya ketika sedang mengajak bayinya jalan-jalan. Hingga lengan kirinya mengalami lecet-lecet akibat kuku tangan suaminya.

Wr menyebutkan selama beberapa bulan terakhir tepatnya semenjak empat bulan bayinya dikandung, kerap terjadi pertengkaran dengan suaminya karena persoalan ekonomi dan persoalan sosial.

“Usia kami terpaut 6 tahun, suami saya masih kekanak-kanakan ketika pulang kerja dia lebih memilih main game di rumah orang lain atau berkumpul dengan tetangga seusianya atau main ke tempat lain, bukan membawa main anak atau istri,” kata Wr.

Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Yudhi Sulitio Wahid disertai kasat reskrim Ajun Komisaris Andhika Firtansyah membenarkan adanya laporan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus tesrebut.

“Kami baru menerima laporan dari korban, sesegera mungkin kami akan memintai keterangan saksi lainnya serta melakukan visum dokter bagi korban,” kata Kapolres. (Abduh)

2883 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*