Bentrok! 2000 Personel Amankan Pengukuran 12 Hektare Lahan BIJB

Majalengkatrust.com – Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya menerjunkan kurang lebih 2000 personel pengamanan gabungan dengan TNI dan Satpol PP, untuk mengamankan pengukuran 12 hektare tanah di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang diperuntukan untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Sedianya pengukuran akan dilakukan tanggal 15 November, namun ada sedikit gangguan dari warga yang menjadi provokator,” kata Kombes Yusri Yunus kepada awak media, saat mengamankan pembebasan lahan BIJB di Kertajati Kabupaten Majalengka, Kamis (17/11).

Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, memang ada penolakan dari Kepala Desa Sukamulya, namun pengukuran saat ini dilakukan kepada warga yang sudah mau membebaskan atau menjual tanahnya kepada Pemprov Jabar untuk dijadikan BIJB.

“Tahap sekarang 12 hektare dulu, masih ada dua tahap lagi,” ungkap dia.

Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, sejak beberapa hari lalu sudah ada gejolak penolakan pengukuran dari warga yang diprovokasi Kepala Desa, agar tanahnya tidak mau diukur.

“Kalau Kepala Desa tersebut (Sukamulya, red) melakukan tindak pidana, bisa kita amankan,” tegas Kombes Yusri Yunus.

Pantauan Majalengkatrust.com di TKP, sekitar pukul 12.30 WIB terjadi bentrok antara massa yang menolak dan aparat keamanan, dan massa terpaksa dipukul mundur oleh aparat keamanan menggunakan gas air mata.

Baca juga:

 

Petani Majalengka Ditembak Gas Air Mata, DPRD Jabar Sesalkan Tindakan Aparat Keamanan

Kepala Kesbangpol Kabupaten Majalengka, Nana Rusmana mengatakan, pengukuran saat ini dilakukan secara manual oleh BPN Majalengka.

“Bisa saja pengukuran menggunakan drone atau foto satelit apabila terjadi di daerah konflik, rawa-rawa atau lautan lepas,” ungkapnya. (Abduh)

13113 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*