Berkah Nilai Rupiah Anjlok, Petani Tebu Kebanjiran Untung

MAJALENGKA (CT)  – Nilai tukar rupiah yang melemah, sepertinya bukan ancaman yang menyeramkan bagi masa depan perekonomian bangsa. Sebab, jika disikapi secara bijak, kondisi ini bisa menjadi pendorong bagi peningkatan produksi gula nasional.

Menurut salah seorang petani anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Ono waryono mengemukakan, harga gula dunia saat ini berada pada posisi nisbi tinggi. Secara alamiah, harga gula lokal pun kemudian turut mengikuti harga yang layak diterima petani.

“Dengan nilai tukar rupiah yang melemah, impor gula juga melemah. Dalam kondisi seperti ini, selama kita mampu memproduksi gula dengan daya saing maka petani tebu akan terus menerima berkah,” kata petani asal Jatitujuh, Selasa (01/09).

Ia juga menyatakan, selain petani tebu, petani kedelai dan petani palawija di Jatitujuh juga menerima keuntungan dari melemahnya nilai rupiah.

“Jika semua kebutuhan rakyat dapat dipenuhi petani lokal, maka sebenarnya kenaikan harga pangan akibat melemahnya nilai tukar rupiah tidak akan terjadi,” ucapnya.

Tetapi Ono mengakui, khusus untuk kedelai, sementara ini harganya semakin tidak terkendali, karena hampir 80 persen kedelai yang ada di pasaran adalah hasil impor.

Berangkat dari kondisi demikian, ia mengajak semua elemen bangsa supaya melakukan introspeksi obyektif. Dalam kaitan itu pula, menurut dia, upaya melumpuhkan semangat petani sudah saatnya dilawan dengan dukungan pemerintah dan jaminan harga hasil pertanian yang layak.

“Kemandirian pangan akan menjadi benteng dari segala bentuk intervensi ekonomi global,” kata dia itu sambil meminta masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi kondisi ekonomi yang belum menguntungkan. (Abduh)

1836 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*