Biro Asset Pemprov Jabar Mulai Bayarkan Uang Ganti Rugi BIJB

Majalengkatrust.com – Biro Asset Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai membayarkan uang ganti rugi pembebasan tanah untuk Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka.

“Saat ini sudah 48 warga Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati yang menerima uang ganti rugi BIJB dengan total nilai mencapai Rp 21 milyar lebih melalui rekening masing-masing,” ungkap Kepala Biro Asset Daerah Pemprov Jabar M. Arifin, Selasa (01/11).

Dikatakan dia, ganti rugi lahan masih tersisa di APBD Provinsi Jawa Barat lebih dari Rp 101 milyar karena dana yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencapai Rp 125 milyar.

“Kami menghendaki ganti rugi lahan tersebut bisa dituntaskan secepatnya agar dana yang tersedia seluruhnya bisa diserap serta pembangunan fisik bandara terus dipacu penyelesaiannya,” ungkap dia.

Arifin mengungkapkan dana yang dialokasikan untuk ganti rugi pembebasan lahan BIJB tahun 2016 itu sendiri mencapai Rp 125 milyar dan dana sebesar itu dialokasikan untuk pembayaran ganti rugi lahan di wilayah Desa Kertajati dan Sukamulya.

Namun untuk pembebasan lahan di Sukamulya masih mengalami kendala sehingga pembebasan akhirnya hanya dilakukan untuk Kertajati.

“Kami berharap pembebasan lahan di Desa Sukamulya bisa dilakukan menyusul agar uang bisa seluruhnya diserap,” ujarnya.

Arifin menambahkan, akhir minggu ini atau paling lambat minggu depan, tim pengadaan tanah yang terdiri dari Biro Aset Daerah dan BPN akan segera melakukan rapat evaluasi penyangkut serapan anggaran serta rencana pelaksanaan ganti rugi di wilayah lainnya.

Mengingat, kata dia target pembangunan BIJB harus segera dituntaskan guna mengejar target pengoperasian di tahun 2018.

Menurut dia, bila ternyata pembebasan lahan untuk wilayah Sukamulya hinga akhir tahun masih mengalami kendala, maka sisa uang sebesar kurang lebih Rp 101 milyar  akan dikembalikan ke kas daerah untuk dialokasikan kembali tahun depan.

Arifin menegaskan, untuk pembebasan lahan, dipastikan tidak akan ada pemotongan sepeserpun, dan harga ganti rugi lahan telah sesuai dengan harga yang ditetapkan tim apraisal.

Sehingga, lanjutnya masyarakat tidak perlu takut munculnya pemotongan,  kisaran nilai ganti rugi yang diberikan sekarang sebesar Rp 86.000 per meter per segi hingga Rp 227.000 per meter per segi tergantung kelas tanah dan status kepemilikan.

“Karena status kepemilikan tanahnya ada yang masih girik, akta jual beli dan sertifikat, status tersebut akan menentukan nilai harga jual beli,” ungkap Arifin. (Abduh)

1596 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*