Bupati Sutrisno Pesimis Pembangunan BIJB Kertajati Selesai Sesuai Target

Majalengkatrust.com – Akibat tidak jadi diambilalihnya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) oleh pemerintah pusat yang menggunakan sumber dana APBN, membuat
Bupati Majalengka, H. Sutrisno pesimis pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat bakal selesai tepat waktu.

Hal itu dengan alasan, jika pembangunan dan pengelolaan hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena pembangunan dan pengelolaan harus dilaksanakan secara profesional.

Menurut Bupati Sutrisno, ketika pembangunan akan dilaksanalan oleh Pemerintah Pusat, pihaknya adalah yang paling berbahagia, karena yakin pembangunan bandara akan segera menjadi kenyataan sesuai dengan harapan masyarakat Majalengka.

“Darimanapun sumber pembiayaan pembangunan, siapapun yang akan mengelola yang penting bagi rakyat Majalengka harapannya bandara bisa segera mejadi kenyataan, karena itu yang dicita-citakan. Harapan bakal membawa dampak bagi perekonomian rakyat Majalengka,” ungkap Sutrisno usai menghadiri launching E-Ronda di Alun-alun Kabupaten Majalengka, Rabu (14/09).

Dikatakan dia, berbicara pembangunan bandara tidak hanya berbicara soal uang, karena sumber keuangan mungkin saja bisa dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat.

Namun untuk mebangun ada tiga hal yang harus dimiliki, pertama uang kedua Sumber Daya Manusia. SDM dimaksud bukan soal menempatkan orang melainkan bagimana merencanakan sebuah pembangunan.

Apakah mereka seorang profesional yang ditunjuk di BIJB tersebut untuk melakukan perencanaan pembangunan dan mengelolanya.

Sekarang saja, menurut Sutrisno kondisinya sudah terkatung-katung, tidak adanya koordinasi, tidak adanya integrasi dalam merencanakan pembangunan yang dilaksanakan oleh provinsi.

“Bagaimana merencanakan pembangunan apakah sudah melaksanakannya secara profesional atau sebaliknya. Sekarang saja mereka berusaha merubah masterplan tanpa ada koordinasi, harusnya jangan masing-masing, mari terbuka dan bareng-bareng,” imbuh Bupati Sutrisno.

Disinggung soal masih adanya penolakan sebagian warga Sukamulya yang lahannya tidak bersedia diganti rugi serta bagimana peran Pemerintah Kabupaten Majalengka, Sutrisno mengatakan  kalau wilayah Sukamulya yang terkena imbas pembangunan BIJB hanya sebagian kecil saja.

Tepatnya, kata dia hingga Kantor Balai Desa, sebagian besar wilayah Sukamulya lainnya Blok Sukaresmi masih sangat luas, sehingga masyarakat Sukamulya bisa pindah ke Blok Sukaresmi.

Soal pembebasan lahan menurutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka kini bukan P2T lagi, karena tangungjawab dialihkan ke BPN, makanya BPN tidak hanya bertanggungjawab pada pengukuran lahan melainkan juga bertangungjawab pada pelaksanaan pembebasan lahan. (Abduh)

2058 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*