Bupati Sutrisno: Saya Larang Anggota Keluarga Maju dalam Pilkada

MAJALENGKA (CT) – Meski MK mengabulkan gugatan uji materi Pasal 7 huruf R Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, tentang Pilkada yang melarang politik dinasti atau calon Kepala Daerah tidak boleh memiliki hubungan keluarga dengan petahana, namun Bupati Majalengka, H. Sutrisno tetap melarang anggota keluarganya maju dalam Pilkada.

“Walau putusan MK memperbolehkan ada hubungan keluarga dengan petahana. Saya tegas mengambil keputusan, anak dan istri saya tidak akan ikut maju sebagai calon Bupati maupun Wakil Bupati,” kata Bupati Sutrisno dalam konferensi pers kepada wartawan di pendopo, Selasa (11/08).

Ia mengatakan dasar pertimbangannya adalah calon Kepala Daerah atau Bupati harus benar-benar yang memiliki kemampuan dan kapabilitas.

“Saya ingin yang akan melanjutkan kepemimpinan di Majalengka betul-betul yang mampu, sehingga apa yang saya bangun sekarang ini berkesinambunga,” tegasnya.

Secara pribadi Bupati Sutrisno mengatakan dirinya dalam Pilkada 2017 mendatang akan mengusung pasangan KARIM (Karna Sobahi-Iman Pramudya) dimana saat ini H. Karna Sobahi menjabat sebagai Wakil Bupati dan H Iman Pramudya sebagai Asda Pembangunan Setda Majalengka.

“Namun pasangan KARIM itu baru wacana pribadi saya, saya tidak menutup pasangan lain melalui mekanisme partai, siapa saja silahkan, kita akan pilih yang terbaik yang diterima publik,” ujar Bupati Sutrisno yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka ini.

Sementara di tempat yang sama Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan Kab. Majalengka Sabungan Simatupang mengatakan para pihak termasuk media massa jangan sembarangan melempar opini ke publik tentang pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

“Seharusnya konfirmasi dulu ke partai yang akan mengusungnya seperti ke DPC PDIP atau ke pihak keluarganya,” tegasnya. (Abduh)

4575 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*