Cak Imin: Santri Itu Dulu Simbol Perjuangan Melawan Penjajah

MAJALENGKA (CT) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), serta sejumlah artis anggota DPR RI dari PKB seperti Arzeti Bilbina, Krisna Mukti, Mbak Chifa hadir dalam acara Gebyar Muharram 1437 H dan Menyambut Hari Santri Nasional yang dipusatkan di ponpes Al-Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Minggu (18/10).

Cak Imin beserta rombongan datang dengan disambut kuda renggong dan menari sampyong. Dalam konferensi pers dengan wartawan Cak Imin mengatakan bahwa santri merupakan simbol perjuangan. Dan hal itu telah dicontohkan oleh spirit KH. Abdul Halim.

“Santri itu dulu simbol perjuangan melawan penjajah, wajar setiap tanggal 22 Oktober kini dinobatkan sebagai hari santri nasional,” ujarnya.

Muhaimin mengatakan pada jaman penjajahan dulu, santri sering berjuang, dalam memperjuangkan kemerdekaan. “Untuk itu sangat layak ketika hari santri pun dirayakan layaknya peringatan hari pahlawan,” ujarnya.

Sementara itu pengasuh Ponpes Al Mizan KH. Maman Imanulhaq, mendukung sepenuhnya terhadap kesenian tari seni kuda dan sampyong agar terus dilakukan dan Hari Santri Nasional.

Menurut Maman santri harus selalu siap dan eksis dalam memperjuangkan tujuan-tujuan dasar Syari’at Islam (maqashid al-syari’at), yakni menegakkan nilai dan prinsip keadilan sosial, kemaslahatan umat manusia, kerahmatan semesta, dan kearifan lokal.

“Yaitu Syari’at Islam yang sesuai dengan kehidupan demokrasi dan mencerminkan karakter genuine kebudayaan Indonesia sebagai alternatif dari tuntutan formalisasi Syari’at Islam yang kaffah pada satu sisi dengan keharusan menegakkan demokrasi dalam nation-state Indonesia pada sisi yang lain,” ungkap Ustadz Maman. (Abduh)

1974 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*