Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Petani di Majalengka Gagal Panen

Ilustrasi

Majalengkatrust.com – Sejumlah petani bawang merah, cabai dan semangka di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka gagal panen akibat curah hujan terlalu tinggi.

“Curah hujan tinggi menyebabkan busuknya akar yang diakibatkan oleh terlalu banyak air, yang menyebabkan matinya tanaman,” kata Asep (40), petani bawang di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Sabtu (15/10).

Hal senada dikeluhkan Heryana, petani Semangka di Desa Kertajati. Dirinya mengaku tidak menyangka kalau intensitas hujan di musim kemarau ini akan tinggi.

“Kini tanaman semangka saya mati terendam air, saya kira hujan tak akan terjadi sesering ini, karena biasanya di bulan-bualan seperti ini, hujan sudah tidak lagi turun,” ungkapnya.

Menurut dia, sebenarnya modal yang dipakai untuk bertanam semangka ini berasal dari hasil panen padi di musim tanam kedua, dengan harapan jika panen dari semangka, maka bisa dijadikan modal bertanam padi di musim rendeng atau musim tanam ke satu.

Salah seorang petani cabai, Kamir (51) mengungkapkan, selain terendam air karena curah hujan tinggi, serangan hama tikus yang tak terkendali juga menjadi salah satu penyebab gagal panen sejumlah petani cabai di Kertajati.

“Mungkin karena tidak adanya musim kemarau, sehingga jumlah tikus sangat banyak. Apapun tanaman mereka serang, apalagi tananaman cabai dari cabang sampai tunas mereka makan semua,” ungkapnya. (Abduh)

2307 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*