Dana Macet, Ratusan Massa Anggota Koperasi Dwifani Geruduk DPRD

MAJALENGKA (CT) – Sebanyak 150 orang anggota koperasi Dwifani Jatitujuh mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Majalengka dan mengadukan nasibnya ke Komisi B DPRD Majalengka terkait macetnya dana simpanan nasabah, Kamis (20/08).

Perwakilan nasabah Wawan Ruswendi dalam audiensi dengan Komisi B mengatakan pihaknya berharap agar dari pihak DPRD khususnya Komisi B bisa memfasilitasi untuk pembayaran uang nasabah dari koperasi Dwifani.

“Hal tersebut karena pihak koperasi sudah tidak menepati janjinya untuk pembayaran uang nasabah yang seharusnya sudah diberikan kepada nasabah sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2015,” kata Wawan Ruswendi.

Wawan mengatakan pihaknya sudah sering dijanjikan untuk dibayar namun pihak koperasi selalu ingkar janji. “Pihak koperasi selalu mengelak dengan beberapa alasan seperti adanya kredit macet dan lainnya,” ungkapnya.

Yeni salah seorang nasabah mengaku menyimpan uang tabungan lebaran dan dana siswa yang mencapai Rp 25.000.000 kini, uangnya belum bisa diambil. Hal yang sama juga dialami Lia yang menyimpan dana tabungan lebaran sebesar Rp 10.000.000 dan dana siswa sebesar Rp 5.000.000 juga belum bisa diambil. Dia mengaku awalnya setiap hari berupaya menabung di koperasi tersebut namun kini dihentikans etelah melihat kondisi koperasi menunjukan gejala kurang sehat.

“Tidak tahu kenapa dana tidak bisa dicairkan, alasannya selalu disuruh menunggu, tidak jelas,” ungkap Lia dalam pengaduannya ke Komisi B.

Sementara itu Momo nasabah lainnya, tabungan milik nasabah di Koperasi Dwifani yang disimpan di koperasi tersebut diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Karena ada beberapa nasabah yang menyimpan uangnya hingga Rp 300.000.000 bahkan ada yang mencapai Rp 500.000.000.

Nasabah menurut mereka, awalnya percaya menyimpang uang di koperasi karena ketika diambil selalu lancar. Namun sejak kurang lebih tiga bulanan mulai menampakan gejala koperasi yang kurang sehat, hal itu ditunjukan ketika para nasabah akan mengambil uangnya namun tidak pernah bisa direalisasi dalam waktu dekat, tapi harus menunggu hingga berhari-hari.

“Belakangan kondisinya lebih parah, setiap nasabah yang akan mengambil uang selalu dijanjikan nanti dan nanti, sekarang kantornya juga tutup,” katanya.

Ketua Komisi B H. Fuad Abdul Aziz mengatakan pihaknya akan memfasilitasi keluhan para nasabah tersebut. “Kami akan panggil pihak koperasi termasuk dinas terkait yaitu Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah PerIndustrian dan Perdagangan agar masalah ini cepat selesai,” ujarnya.

Sementara dihubungi terpisah Ketua Koperasi Dwifani H Ade Suganda mengatakan pihaknya menyanggupi mengembalikan aset Koperasi berupa rumah kost-kostan sebagai jaminan ke para nasabah senilai 1,6 Miliar kepada para nasabah. “Saya sanggup mengembalikan dana nasabah, jaminannya rumah kost senilai Rp. 1,6 milyar ini,” ujarnya. (Abduh)

1905 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*