Demi Keamanan, Rekonstruksi Pembunuhan Tukang Ojeg Pindah Lokasi

MAJALENGKA (CT) – Satreskrim Polres Majalengka menggelar rekonstruksi pembunuhan tukang ojeg Sarifudin warga Blok Jingkang Desa Sukadana Kecamatan Argapura dengan tersangka WK dan NM di Jalan Margatapa Kelurahan Babakan Jawa Kabupaten Majalengka.

Menurut keterangan Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Andhika Fitransyah yang memimpin langsung rekonstruksi, rekonstruksi dilakukan 24 adegan.

“Rekonstruksi dipindahkan di Jalan Margatapa lingkungan Makam Pangeran Muhammad Kelurahan Babakan Jawa Kecamatan Majalengka tidak di TKP kejadaian karena khawatir massa menghakimi kedua pelaku,” kata Kasat Reskrim di sela-sela rekonstruksi, Kamis (06/08).

Kasat Reskrim menjelaskan kronologis adegan pembunuhan, awalnya pada Selasa (21/07) sore, tersangka WK bersama temannya NM berniat menemui relasi kerjanya penjual reng Kakek Iso di Desa Beusi, Kecamatan Ligung. Ketika berangkat dia menggunakan jasa ojek Sarifudin (korban) yang ditemuinya di pangkalan ojek di Pasar Maja. Saat berangkat Sarifudin mengemudikan sepeda motor tersangka WK duduk di tengah dan NM duduk di paling belakang.

Namun baru sampai di Cigasong WK mengurungkan niatnya menemui Kakek Iso dengan alasan saat dihubungi melalui sambungan telponnya tidak ada jawaban. Sehingga mereka akhirnya main di Perempatan Cigasong sambil makan nasi goreng.

“Setelah makan nasi goreng tersangka WK minta Sarifudin untuk pulang melalui jalur jalan Sangkanhurip,” jelas Kasat Reskrim.

Di tikungan Sangkanhurip tersangka WK menghentikan laju sepeda motor dan berusaha mengajak ngobrol di kegelapan, saat itulah leher korban di telikung hingga tak mampu bergerak dan korban lunglai terus terjatuh. Untuk meyakinkan bahwa korban telah meninggal dia segera dijerat dengan tali tambang plastik yang ada di bagasi sepeda motor. Setelah itu korban di buang ke bawah jembatan yang airnya surut.

Menurut Kasat Reskrim setelah melakukan pembunuhan sepeda motor rampasan dan digunakannya untuk keliling Majalengka, setelah itu karena takut ditangkap sepeda motor disimpan di sebuah lio (pabrik) bata di perkebunan jati di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati. Tiga hari kemudian sepeda motor diambil dan dijual kepada salah seorang warga di Jatiwangi seharga Rp 1.350.000. Hasil penjualan sebesar Rp 350.000 dipergunakan untuk jajan bersama NM sisanya masih ada di dompetnya.

Tersangka WK dan NM menurut Kasat Reskrim dijerat pasal 365 KUHP dan atau 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHPidana denga ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 Tahun. (Abduh)

3084 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*