Dengar Kabar SDN Randengan Kulon 1 Ambruk, Kapolsek Jatitujuh Tinjau Lokasi

MAJALENGKA (CT) – Polsek Jatitujuh Polres Majalengka, Jumat (23/10) jam 07.30 WIB mendapat laporan dari Sekretaris Kecamatan Jatitujuh Rudi, bangunan kelas SDN 1 Randegan Kulon di Desa Randegan Kembali runtuh.

“Kami kemudian melakukan pengecekan ke SDN tersebut dan ternyata benar runtuh,” kata Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid,S.Ik melalui Kapolsek Jatitujuh AKP Asep Supriadi didampingi Subbag Humas Bripka Riyana kepada CT, Jumat (23/10).

Kapolsek mengungkapkan, menurut keterangan dari Kepala Sekolah SDN 1 Randegan Kulon Kecamatan Jatitujuh H. Arsad Sudarsono bahwa benar pada tanggal (22/10) jam 22.00 WIB telah runtuhnya satu ruangan kelas di SDN Randegan Kulon 1.

“Dan memang sejak bulan Juli 2015 sudah diantisipasi oleh Kepala Sekolah dan guru-guru untuk tidak diisi atau dikosongkan demi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan karena sangat berbahaya bila sewaktu-waktu digunakan akan menimpa murid-murid yang sedang belajar,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan penyebab bangunan kelas SDN Randegan Kulon 1 tersebut runtuh disebabkan karena kondisi kayu atap gentengnya sudah lapuk termakan rayap. “Kami kemudian berkordinasi dengan kecamatan, UPTD Disdik Kecamatan Jatitujuh dan Kepala Desa Randegan Kulon untuk segera membenahi dan memperbaiki bangunan kelas tersebut agar murid-murid bisa belajar kembali seperti semula,” jelas Kapolsek.

Sebelumnya seperti diberitakan CT Kepala Sekolah SDN Randegan Kulon 1, H. Arsad Sudarsono, mengatakan sehubungan di sekolahnya tidak ada lagi ruang kelas yang bisa dipergunakan, sementara melakukan belajar di sore hari juga tidak memungkinkan mengingat murid-murid tidak terbiasa belajar sore hari. Selama ini kelas III belajar pada siang haris etelah kelas I pulang sekolah pada pukul 11.00 WIB, setelah itu kelas III belajar hingga pukul 15.00 WIB.

“Kebetulan ada sekolah MD yang belajarnya sore hari, sehingga pagi hari bisa dipergunakan oleh murid kami. Di sana ruang belajar mencukupi bahkan bila mungkin kelas III yang biasa belajar siangpun bisa ikut sementara bersama kelas V dan VI,” ungkap Arsad.

Jarak SD dengan MD pun hanya sejauh 300 meteran sehingga koordinasi antara kepala sekolah dengan guru juga sangat mudah karena jarak tidak terlalu jauh. Arsad berharap ke depan pemerintah bisa membangun empat ruang kelas agar semua murid di sekolahnya bisa belajar pada pagi hari, seprti halnya di sekolah-sekolah lain. Karena bila murid belajar sore hari sering kali terkendala persoalan non teknis, seperti halnya bila musim penghujan cuaca gelap dan belajar muridpun menjadi tidak nyaman,

Selain itu pembangunan gedung sekolah juga diharapkan benar-benar kokoh agar bisa bertahan cukup lama, terutama kayu penyangga untuk atap bangunan kuat agar tidak mudah terkena rayap. Tidak seperti yang dilakukan sebelumnya kayu-kayu bekas yang dalamnya sudah rusak dipaksakan dipergunakan kembali, akibatnya atap bangunan ambruk. (Abduh)

1536 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*