Depekab Majalengka Mulai Survey Besaran KHL di Tahun 2015

MAJALENGKA (CT) – Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Majalengka mulai melakukan tahapan survei sejumlah komponen kebutuhan, sejak Selasa (15/09) hingga Kamis (17/09). Survey tersebut, untuk menghitung berapa besaran kebutuhan hidup layak (KHL) Majalengka di tahun 2015 ini.

Survey ini, dilakukan di pasar-pasar milik Pemkab mulai pasar Kadipaten, Jatiwangi, Rajagaluh, hingga Pasar Maja. Tim Depekab yang ambil bagian dalam agenda ini diantaranya dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Badan Pusat Statistik (BPS), Serikat Pekerja, Apindo, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), dan serikat pekerja.

Ketua Depekab Majalengka H Yayan Sumantri melalui anggotanya Aan Andaya menyebutkan, survei kebutuhan pokok ini, merupakan salah satu tahapan untuk menentukan besaran angka KHL. Nantinya, KHL ini menjadi salah satu pertimbangan utama untuk menentukan besaran Upah minimum Kabupaten (UMK) tahun 2016.

“Kita survey di Pasar Kadipaten dan Pasar Ciborelang Jatiwangi. Sekarang, hari kedua, kita survei di pasar Rajagaluh dan Pasar Maja. 60 komponen kebutuhan pokok yang jenis dan merknya sudah disepakati pada rapat minggu lalu, kita survey berapa harga pasarannya beserta satuan ukuran yang ditetapkan,” ujarnya.

Misalnya, untuk kebutuhan jenis tempe, biasanya disurvei dengan harga kiloan. Padahal, para pedagang di pasar biasa menjual tempe dengan batangan. Jadi, mau tidak mau tempe tersebut mesti dipotong-potong untuk mendapatkan ukuran yang pas sastu kilogram.

Menurutnya, untuk tahun ini, survei KHL dilakukan dua kali. Karena selain survei KHL yang sudah dilakukan dua hari ini, rencananya bulan depan pada tanggal yang tidak terlalu jauh (12 dan 13), juga akan dilakukan survei KHL di pasar yang sama.

Hal ini, kata dia, untuk mengetahui berapa fluktuasi harga dari komponen-komponen kebutuhan pokok tersebut, sehingga nantinya bisa dirata-ratakan berapa harga tengah-tengahnya, serta diakumulasikan seluruh harga dari komponen kebutuhan pokok yang disurvei, kemudian bakal muncul angka KHL untuk tahun 2015 ini.

Sementara itu, perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Adang mengatakan meskipun pihaknya sudah memiliki data versi sendiri untuk mengukur laju inflasii bulanan, namun survey harga wajib hukumnya dilakukan oleh para tim pengkaji KHL dan dewan pengupahan supaya tepat dalam menentukan UMK di tahun yang akan datang, karena berbeda versi perhitungan.

“Sebetulnya untuk fluktasi harga kebutuhan pokok, kita sudah punya datanya lengkap yang diupdate sebulan sekali. Tapi, mungkin ini metode perhitungannya yang berbeda versi untuk menentukan besaran KHL. Jadi, harus dilaksanakan survey kembali, dan pelaksananya pun dari berbagai elemen yang tergabung dalam Depekab,” ungkap Adang. (Abduh)

1689 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*