Diluruk Ratusan Warga, Proyek Pembangunan Pabrik Tekstil di Majalengka Dihentikan

MAJALENGKA (CT) – Jengah dengan keberadaan proyek pembangunan pabrik tekstil milik PT Vision Land Indonesia, ratusan warga Desa Beusi Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka menggelar aksi unjuk rasa. Warga menuntut, aktivitas pembangunan dihentikan karena dinilai belum mematuhi prosedur dan menutup saluran air warga.

Selain mengkhawatirkan efek dari tertutupnya saluran air karena adanya proyek pembangunan pabrik yang bisa mengakibatkan banjir. Warga juga menilai, keterlibatan warga sekitar terhadap proyek pembangunan masih minim. Untuk itu, warga menuntut pihak pengembang untuk melibatkan warga sekitar dalam pembangunan tersebut.

Koordinator aksi, Mamat Rahmat, SH menyatakan izin prinsip dari lingkungan masih ada di pihak pemerintahan desa, dengan begitu seharusnya pengerjaan proyek ini belum boleh dilakukan. “Kami merasa dilecehkan, izin dari lingkungan yang ditandatangani oleh pihak pemerintah desa dan masyarakat masih di kami, pabrik malah membangun tanpa ada sowan secara sopan dan tidak komunikasi lagi,” ungkapnya kepada CT, Kamis (29/10).

H. Wardaya, salah seorang tokoh masyarakat desa setempat mengungkapan bahwa sudah jelas warga ingin diikutsertakan dalam pembangunan. “Itu agar ada rasa memiliki dari kami, karena pabrik tersebut berada di persimpangan tiga desa yakni, Desa Beusi, Gandawesi dan Tegalaren. Sebagian lahan pabrik juga dulunya milik saya, saya jual dengan harapan agar anak cucu saya juga bisa menikmatinya, ini malah terkesan ditelantarkan,” ungkap Wardaya.

Sementara itu, ketua pelaksana proyek Beni, mengaku pasrah karena kesalahan ada di pihak perusahaan. Sehingga, dirinya mengaku semua akan dikembalikan lagi kepada pihak perusahaan. “Kebetulan bos saya sedang ada di Korea. Baru kemarin berangkat. Semua keluhan ditampung tapi semua terserah perusahaan dan proyek dihentikan sementara,” ungkap Beni. (Maulida)

4623 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*