Dinas Pendidikan Tindaklanjuti Dugaan Bullying Siswa SMPN 3 Maja

MAJALENGKA (CT) – Adanya dugaan bullying di SMPN 3 Maja Kabupaten Majalengka mendapat respon dan tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang terjun langsung melakukan kroscek ke lapangan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan H. Iman Pramudya melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Dartum membenarkan bahwa sejauh ini ketika dirinya mendatangi wilayah kecamatan Maja, tidak ditemukan adanya indikasi tindakan bullying yang dilakukahn oleh para pelajar SMP.

”Benar saya yang menanyakan langsung ke semua kepala sekolah, bahwa sampai saat ini kasus bullying itu tidak terjadi.”ujarnya.

Akan tetapi, dia menambahkan jika memang itu terjadi,bagi masyarakat yang menemukan atau mengalami langsung tindakan bullying, diharapkan untuk datang ke Dinas Pendidikan dengan disertai buktinya.

”Jadi jika memang benar bukti fisik dan biodata korban kasih tahu saya.”jelasnya.

Selain itu dirinya menghimbau, untuk menghindari kasus seperti itu diharapkan pengawasan orang tua untuk ditingkatkan.”Karena pada dasarnya peran orang tua sangat menentukan, bagi pertumbuhan anak,”ujarnya.

Dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka kembali tercoreng dengan adanya dugaan bullying yang menimpa Solehudin siswa kelas VIII SMPN 3 Maja Kabupaten Majalengka.

Informasi yang dihimpun CT, Solehudin sudah hampir sebulan tidak masuk sekolah karena dipalak oleh teman sekolahnya di SMPN 3 Maja.

Saat ditemui dirumahnya di blok Cengal RT 02 RW 01 Desa Cengal Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, Solehudin putra pasangan suami istri Mulyana dan Sutimah ini nampak shock dan hanya tidur di kamar tanpa mau bicara sepatah kata pun.

“Ibu bapaknya sedang ke sawah, pulangnya sore, sejak pulang sekolah hari Jumat kurang lebih sebulan yang lalu dia terus tidur di kamar,” ujar Ma Miah nenek kandung Solehudin kepada CT dalam bahasa Sunda saat ditemui di rumahnya, Rabu (06/04).

Ma Miah mengatakan para guru dan teman-teman bermain dan sekolah cucunya sudah nengok ke rumahnya dan mengajak Solehudin sekolah kembali namun cucunya tersebut hanya diam dan tiduran di kamar.

“Bahkan Kepala Desa juga sudah menengok, ditanya alasan tidak mau sekolah hanya diam tidak mau berterus terang,” ungkap Ma Miah.

Bahkan menurut Ma Miah,pihaknya sampai mendatangkan orang pintar dari Tegalsari untuk “mengobati” cucunya tersebut.

“Kata orang pintar nanti akan sembuh sendiri, cobaan ini terlalu berat bagi kami,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 3 Maja Abdul Hakim,S.Pd,M.M didampingi Wali Kelas Ade Ina Nuraeni dan para guru lainnya mengatakan bahwa Solehudin siswa kelas VIII SMPN 3 Maja sudah 3 Minggu atau hampir sebulan tidak masuk sekolah.

Menurut Abdul Hakim awalnya Solehudin tidak masuk sekolah karena sakit
dan masalah rebutan topi dengan teman sekelasnya.

“Masalah topi sudah beres karena sudah diganti topinya, kalau soal dipalak tidak tahu, karena tidak ada temannya yang menyaksikan langsung Solehudin dipalak,” ungkapnya.

Abdul Hakim mengatakan pihak sekolah sudah menjenguk Solehudin dan akan menjenguk lagi untuk mengajak kembali Solehudin masuk sekolah lagi.

“Kami akan jemput bola datang ke rumahnya, tidak perlu Orangtuanya dipanggil agar permasalahan cepat selesai,” tukasnya. (Abduh)

1596 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*