Dinkes Majalengka Tangani Penderita Cerebral Palsy

MAJALENGKA (CT) – Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka memastikan kalau, Arisman (20) anak pasangan, Rasita (alm) dan Emah (63) warga Blok Jumat, RT 04/01, Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka yang mengalami gangguan fisik bukanlah penderita polio melainkan cerebral palsy.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Majalengka dr Gandana Purwana mengatakan penyakit yang diderita Arisman diduga cerebral palsy yang disebabkan oleh trauma, inveksi, atau lahir prematur yang penanganan kesehatannya tidak tuntas. Kepastian itu karena tidak terlihat tanda-tanda korban sebagai penderita polio yang pada umumnya kondisi tubuhnya mengalami lumpuh layuh, sementara kondisi fisik Arisman sebaliknya.

“Hasil pemeriksaan sementara penyakit Arirman tidak mungkin bisa disembuhkan, namun demikian pihaknya akan berupaya melakukan penanganan gizi dan pemeriksaan syaraf,” kata dr Gandana Purwana disertai Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Tris Suseno dan Kepala Puskesmas Cigasong Oo Taofik kepada CT, Senin (07/12).

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah melakukan survei memeriksa kondisi pasien, setelah itu kami memberikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) langkah lainnya hygiene sanitasi, dan akan meproses BPJS karena kebetulan yang bersangkutan tidak memiliki kartu BPJS,” ungkap Kepala Puskesmas Cigasong Oo Taofik.

Taopik mengatakan PMT penting dilakukan karena pasien dianggap kurang gizi, makanya makanan yang diberikan kepada keluarag untuk pasien antara lain adalah susu, bubur susu, biskuit dan sejumlah makanan lainnya yang memenuhi standar gizi anak, setelah itu Puskesmas akan melakukan pemantauan status gizi pasien hingga 90 hari kedepan, apakah semakin membaik ataukan sebaliknya.

Taopik menambahkan, setelah terbit BPJS, pasien akan di rujuk ek Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter syaraf dan dilakukan rehabilitasi medik sambil memastikan apakah pasien bisa disembuhkan atau tidak.

Seperti diketahui bahwa Arisman meski usianya sudah dewasa namun tak bisa berdiri bahkan duduk sekalipun. Selama ini Arisman anak bungsu dari lima bersaudara ini hanya terbaring di tempat tidur, dengan kondisi tubuh kecil, kurus dengan tinggi badan sekitar 1 meteran.

Hampir setiap hari dia tinggal ibunya untuk bekerja ke sawah atau menjadi buruh lainnya, sementara Arisman ditinggal terbaring di tempat tidur, di rumah berukuran 6 X 2,5 meteran. Rumah tersebut hanya tersedia dua ruangan satu ruangan tamu yang bersatu dengan penyimpanan perabotan dapur dan satu ruangan tidur, sedangkan dapur berada di depan rumahnya.

Di rumahnya tidak ada kamar mandi sehinga bila mandi harus ke kolam ikan atau sumur milik tetangga yang ada di belakang rumahnya. Demikian halnya ketika harus memandikan Arisman harus dipangku ke depan rumah atau belakang rumah. (Abduh)

1923 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*