Disperindag Majalengka Lakukan Razia Pedagang Parsel di Pasar Tradisional dan Modern

MAJALENGKA (CT) – Dinas Perindustrian perdagangan dan KUKM merazia sejumlah pedagang parsel dan pedagang makanan kemasan lainnya di pasar tradisional maupun pasar modern yang ada di Kabupaten Majalengka, Jumat (10/07).

Dalam razia kali ini, petugas Disperdindag juga didampingi pengawas pangan dan Dinas Kesehatan untuk meneliti kandungan keamanan pada makanan kemasan yang dijual bebas di pasaran, baik itu yang dikemas paket maupun dikemas eceran dalam kardus.

Kepala Dinas KUKM Perindag Agus Permana melalui Kabid Perdagangan Dudy Darajat menjelaskan, pemeriksaan terhadap makanan kemasan dalam bentuk parsel maupun paket bingkisan ini diperketat pengawasanya untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat konsumenya.

Terlebih lagi, menjelang lebaran ini, sirkulasi penjualan parsel dan paket bingkisan lebaran lainnya biasanya cenderung mengalami pengingkatakan. Sehingga, dikhawatirkan dalam peningkatan sirkulasi tersebut tersisipi oleh makanan kemasan yang tidak layak konsumsi, dan jika dimakan bisa menimbulkan efek negatif bagi tubuh.

“Kita memeriksa pedagang parsel dan sejumlah pedagang makanan kemasan lainnya di pasar tradisional maupun pasar modern. Makanan kemasan yang kondisinya mencurigakan, diperiksa kandungannya dan legalitas edarnya,” ujar Dudi.

Di tempat yang sama, pengawas pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Rian Patriana mengaku dalam hasil pengawasan parsel dan paket bingkisan makanan kemasan kali ini pihaknya belum menemukan adanya makanan kemasan berbahaya yang beredar di pasaran.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan, temuan yang didapati petugas hanya berupa makanan kemasan yang diproduksi oleh negara luar, tapi komposisi kandunganya belum diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Akan tetapi, di kemasannya sudah tercantum sertifikat BPOM-RI (badan pengawas obat dan makanan).

“Tadi kita temukan makanan kemasan dalam parsel yang buatan negara tiongkok, tapi komposisinya belum diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Mau kita sita, tapi ragu-ragu, karena di kemasannya sudah tertera logo sertifikat BPOM-RI. Jadi, kita peringatkan saja penjualnya agar lebih selektif dalam menerima barang dari suplier,” katanya.

Menurutnya, bagi pedagang yang terbukti menyediakan makanan kemasan yang tidak layak, bisa digugat konsumen untuk diproses hukum, walaupun alasanya ketidaksengajaan tetap bisa diberikan sanksi karena terbukti memajang atau berupaya menjual makana kemasan yang tidak layak konsumsi. (Abduh)

1566 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*