Empat Gedung SMP di Desa Nunuk Terbawa Banjir 200 KK Terancam Jiwanya

Majalengkatrust.com – Tragis nasib dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. Pasalnya sebanyak 122 siswa SMP Nunuk di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, menjalani kegiatan belajar mengajar dengan resiko tinggi kehilangan nyawa karena mendadak banjir sungai Cisuluheun di samping sekolah mereka.

“Bulan Mei yang lalu dua lokal kelas dan perpustakaan hanyut terbawa arus sungai Cisuluheun. Kini tersisa Mesjid dan 3 lokal kelas yang masih digunakan oleh 122 siswa dan sekarang terancam kembali karena hampir tiap hari air sungai meluap ke halaman sekolah, entah bagaimana nasibnya jika terjadi banjir lebih besar lagi,” kata Kepala Sekolah SMP Nunuk Jaja Sujai kepada Majalengkatrust.com, Senin (24/10).

Jaja mengungkapkan ancaman banjir sungai Cisuluheun tidak hanya mengancam asset sekolah dan nyawa siswa serta guru. Lebih mengerikan lagi, bencana banjir mengancam jiwa 200 KK yang ada di blok Cirelek Desa Nunuk Baru.

“Jika tidak secepatnya ditangani akan habis terbawa arus sungai, tolong bantu kami rakyat kecil, yang memiliki kedudukan dan hak yang sama sebagai warga Negara Indonesia,”ungkapnya.

Jaja mengungkapkan sejak banjir menghanyutkan 4 kelas bulan Februari dan Mei lalu serta merendam blok Cirelek sudah banyak pejabat mulai Camat, Kepala Dinas dan lainnya yang datang, namun hanya melihat belum ada tindaklanjut sampai sekarang.

“Masjid sudah kena sama banjir sekarang, air sungai Cisuluheun semakin hari semakin besar, kami mau pindah bingung mau pindah kemana,”ungkapnya.

“Waktu para pejabat datang, katanya alur sungai Cisuluheun akan dipindahkan agar tidak tepat ke samping sekolah dan pemukiman, sekarang dikejar dan ditanyakan malah banyak alasan,”ungkapnya.

Jaja mengungkapkan padahal penanggulangannya cukup sederhana cukup dengan memasang bronjong dan alat berat beko dan tidak butuh anggaran yang terlalu besar.

“Masak pemerintah tidak mampu hanya menggarkan 100 juta, kecil dibandingkan membangun bunderan dan alun-alun, kayaknya lebih mahal anggaran bronjong dibanding nyawa 200 KK warga Desa Nunuk Baru,”sindirnya.

Jaja mengungkapkan sampai saat ini hanya baru menerima bantuan 80 bronjong dari BPBD Kab.Majalengka yang tidak cukup untuk penanggulangan ancaman banjir ke SMP Nunuk dan Pemukiman 200 KK warga yang terjadi banjir hampir setiap hari hujan.

“Kayaknya 100 bronjong lagi cukup untuk membenteng abrasi, semoga pemerintah cepat  tanggap terhadap nasib 122 siswa dan warga 200 KK di blok Cirelek Desa Nunuk Baru,” harapnya. (Abduh)

2427 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*