Erosi Sungai Cimanuk Ancam Rumah Penduduk di Desa Ampel Majalengka

Majalengkatrust.com – Sejumlah rumah di Desa Ampel, Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka, hilang akibat gerusan erosi sungai Cimanuk sejak enam belas tahun yang lalu. Warga berharap pihak BBWS atau Pemerintah Pusat segera menangani persoalan tersebut agar kerusakan rumah tidak semakin banyak.

Menurut keterangan Suryati yang rumahnya mulai rusak akibat Erosi sungai, sejak belasan tahun lalu sudah ada sekitar 50 rumah yang hancur dan rusak akibat erosi sungai tersebut. Hancurnya rumah ini akibat bantaran sungai yang terus menerus tergerus air ketika air sungai meluap.

“Erosi sungai ini terjadi di sepanjang kurang lebih 50 meteran, tebing bantaran ada yang mencapai 15 meter, tak heran ketika arus air di bagian bawah mengikis tanah yang berada diatas hingga ambruk, apalagi bila hujan deras terjadi dan air sungai meluap, sungai semakin lebar menghantam rumah penduduk. Kini rumah yang ada di pinggir bantaran kian habis,” ungkap Suryati, Kamis (27/04).

Kini kondisi rumah Suryati dan tetangganya, Khodijah, sudah mulai mengalami retak-retak. Sebagian dinding rumahnya berada persis di bibir tebing, sehingga dikhawtairkan rumah bagian belakangnya ambruk secara tiba-tiba. Malah salah satu kamar mandi rumah Khodijah tinggal tersissa sebagian.

Kepala Desa Ampel Suhenda mengatakan, sejak belasan tahun belakangan sudah ada 15 rumah yang hancur, sebanyak 45 rumah lainnya rusak dan sebagian berada di bibir tebing sungai setelah bantaran sungai hancur akibat gerusan air sungai yang setiap tahun terjadi.

“Bila hujan turun longsoran tanah terus terjadi, lama-kelamaan bantaran akhirnya habis tinggal menyisakan rumah penduduk. Kini rumah penduduk menjadi bantaran,” kata Kepala Desa.

Atas persoalan tersebut menurut Kepala Desa Ampel, pihaknya sudah berupaya mengajukan permohonan penanganan melalui Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BBWS yang memiliki kewenangan untuk hal tersebut. Namun hingga kini belum ada upaya yang serius dari pihak BBWS.

Yang dibutuhkan warga menurutnya adalah adanya relokasi bagi warga yang tidak memiliki lahan untuk membangun rumah, serta bantuan material.
Karena belum ada solusi yang tepat, akhirnya sebagian warga yang rumahnya rusak oleh gerusan air, mereka terpaksa menggunakan bantaran sungai di lokasi yang lebih aman dari ancaman air.

Sementara itu Ketua DPRD Majalengka, Tarsono D Mardiana, berharap pihak BBWS segera menangani sejumlah kerusakan tanggul dan bantaran sungai yang ada di Kabupaten Majalengka, agar kerusakan tidak semakin parah dan terus mengancam keamanan pemukiman warga.

“Cukup banyak bantaran sungai yang rusak akibat derasnya arus air, serta telah menghancurkan sejumlah infrastuktur baik rumah, fasilitas sekolah serta fasilitas umum lainnya. Kami di dewan sudah melakukan kunjungan ke sejumlah aliran sungai yang pengelolaanya dilakukan BBWS, terutama yang sudah merusak infrastuktur seperti di Linggung, Nunuk, Jatitujuh dan sejumlah wilayah lainnya,” ungkap Tarsono.

Pihaknya sudah membuat rekomendasi dan bahkan mendatangi BBWS agar segera menangani kerusakan tersebut, supaya kondisi bantaran sungai tidak semakin parah serta mengancam keamanan warga, pemukiman penduduk serta fasilitas umum. (Abduh)

1098 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*