FMPAM Dukung Hukuman Potong Saraf Libido untuk Pelaku Kejahatan Seksual Anak

MAJALENGKA (CT) – Ditengah Masih maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak, Forum Masyarakat Peduli Anak Majalengka (FMPAM) mendukung usulan menteri sosial Khofifah Indar Parawansa terkait pemotongan saraf libido pelaku kejahatan seksual.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Anak Majalengka Aris Prayuda mengatakan pemotongan saraf libido atau kastrasi lebih manusiawi ketimbang melakukan kebiri. Sebab upaya kebiri melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kebiri lewat suntik kimia atau kastrasi, bukan memotong (alat kelamin) pelaku. Kalau pengadilan memutus hukuman 20 tahun maka dilakukan kastrasi selama vonisnya itu atas rekomendasi dokter,” katanya kepada CT, Kamis (15/10).

Hal tersebut menurutnya dinilai penting dikarenakan kondisi sekarang dalam keadaan darurat penjahat seksual yang mengancam masa depan anak-anak di Majalengka. Kasus yang terjadi bulan september 2015 masih saja terjadi, kejahatan seksual di Desa Ranji wetan kecamatan Kasokandel dengan melakukan pencabulan terhadap anak usia 6 tahun dan masih banyak kasus-kasus kejahatan seksual yang belum terungkap.

“Sebaran masalahnya bukan terjadi di kota namun di desa-desa,” kata pria asal Desa Mirat Kecamatan Leuwimunding ini.

Masih dikatakan dia, beberapa upaya yang kurang diperhatikan adalah ketika anak yang menjadi korban kurang didampingi sehingga masih lemahnya upaya penanganan pada anak korban dari pelaku kejahatan seksual.

“Anak selalu menjadi korban kekerasan manakalà orañg tua lengah dalam pengawasan dan ketika kasus terjadi kita hanya mengurusi masalah hukumnya saja lantas tidak diperhatikan anak (korban) tersebut yang perlu didampingi dan mengobatinya dengan trauma healing sehingga anak bisa menjalani aktivitas keseharian seperti biasa,” ujarnya.

“Selama ini kita terkesan tidak banyak memperhatikan aspek psikologis anak yañg kurang mendapat perhatian khusus dari orang tua dan lingkungan dikarenakan kita hanya terfokus pada permasalahan hukumnya saja padahal anak perlu diberikan bimbingan kembali,” tukasnya.

Saat ini Aris mengungkapkan pengurus Forum Masyarakat Peduli Anak Majalengka tengah melakukan pendampingan terhadap anak korban kejahatan seksual di Kecamatan Palasah dan Leuwimunding kedepan akan melakukannya dikecamatan lain.

“Tujuannya kedepan anak-anak korban kejahatan seksual tidak mengalami trauma dan bisa belajar disekolah seperti biasanya,” ungkapnya. (Abduh)

1506 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*