Gas Mahal, Pengusaha Genteng Jatiwangi Kembali Gunakan Kayu Bakar

MAJALENGKA (CT) – Akibat semakin mahalnya harga gas, sejumlah pengusaha genteng di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka kembali menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar tungku genteng.

Menurut sejumlah pengusaha genteng, harga gas yang terus melambung membuat mereka berpikir ulang untuk terus menggunakan gas sebagai bahan bakar tungku. Meski dinilai cukup efektif dan praktis, namun, hal itu terpaksa mereka lakukan untuk mengurangi biaya produksi.

”Sebenarnya kalau harganya tetap stabil kita akan tetap menggunakan gas, tetapi sekarang kan gas terus naik sehingga semakin membebani pengeluaran,” ungkap H. Asep Bintang, salah seorang pemilik pabrik genteng, Kamis (08/10).

Karena pertimbangan itulah, lanjut dia, terpaksa kembali menggunkan cara lama dalam melakukan proses pembakaran genteng, yakni menggunakan kayu bakar. Meski sedikit menambah waktu kerja, namun, cara itu itu dinilai efektif untuk mengurangi biaya produksi. “Sekarang kembali ke kayu bakar lagi dulu, kalau harganya terjangkau dan kayu susah diperoleh ya terpaksa nanti kembali lagi menggunakan gas untuk pembayaran,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan oleh pelaku usaha genteng lainnya, Bagja. Menurut dia beralihnya pengusaha pada kayu bakar tidak hanya karena harganya yang dirasakan cukup mahal. Ada pengusaha yang juga beralasan pembakaran dengan menggunakan gas kurang mendukung hasil produksi.

Pasalnya dengan menggunkan gas pemanasan yang dihasilkan kurang stabil. Berbeda dengan bara atau api yang dihasilkan oleh kayu yang pansnya relatif lebih stabil. “Pembakaran lebih sering dilakukan pada malam hari, dan pada malam hari gas kurang stabil sehingga berdampak pada pemanasan tungku pembakaran,” ungkapnya.

Penggunakan gas untuk pembakaran genteng kata Bagja memang lebih parktis dibandingkan menggunkan kayu. Tetapi secara kualitas pembakaran dengan menggunakan kayu dinilai masih lebih bagus. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan kayu yang jumlahnya tidak sedikit, sambungnya pengusaha selama ini tidak hanya mengandalkan dari penjual dari daerah, tetapi juga luar Kabupaten Majalengka.

“Pasokan kayu sejauh ini tidak ada persoalan, kebutuhan pengusaha masih tercukupi karena pemasoknya tidak hanya dari Kabupaten Majalengka, tetapi juga dari daerah lainnya seperti dari Kabupaten Ciamis dan daerah lainnya,” jelasnya. (Abduh)

2094 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*