Gedung Ambruk, SDN Randengan Kulon 1 Baru Bisa Diperbaiki Tahun 2016

MAJALENGKA (CT) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Iman Pramudya Subagja mengatakan Pemerintah Kabupaten Majalengka akan segera memperbaiki seluruh gedung sekolah yang mengalami kerusakan secara berkala termasuk bangunan kelas SDN Randegan Kulon 1. Untuk ruang kelas yang ambruk seperti yang dialami sejumlah sekolah akan dibangun sesegera mungkin di tahun 2016 mendatang.

H. Iman Pramudya mengatakan saat ini ada sekitar kurang lebih 350 ruang kelas yang mengalami rusak berat, ringan dan sedang serta ada sejumlah sekolah yang masih kekurangan ruang belajar. “Untuk sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat dan bahkan ambruk seperti yang dialami SD Cikidang serta SD Randegan 1 diharapkan segera diperbaiki di tahun 2016 mendatang,” kata Iman, Jumat (23/10).

Iman menjelaskan rusaknya gedung sekolah tersebut, ada yang diakibatkan oleh stuktur tanah yang labil, pergerakan tanah tersebut berdampak pada kontruksi bangunan yang ikut bergerak, akibatnya ada lantai bangunan yang anjlok, lantai dan dinding bangunan retak-retak seperti yang terjadi di SD Wanasalam atau SDN Cikidang II. Hal itu diduga dampak dari sungai karena di pinggir kedua sekolah tersebut terdapat sungai besar, di Cikidang dibagian bawahnya terdapat sungai Cilutung sedangkan di belakang SD Wanasalam di belakang sekolah membentang sungai Cimanuk.

Selain itu menurutnya, kerusakan juga ada yang diakibatkan oleh usia sekolah yang terlalu tua, kondisi atap bangunan keropos sehingga tak mampu lagi menyanggak genting sehingga ambruk. Namun demikian kemungkinan juga ada diantaranya yang saat direnovasi pengerjaanya kurang maksimal sehingga kondisi bangunan tidak mampu bertahan lama.

Iman mengaku, pihaknya kini sedang melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan serta mengklasifikasi tingkat kerusakannya guna memudahkan penanganan kedepan. Serta mendata jumlah kekurangan ruang kelas di setiap sekolah agar tidak ada lagi murid SD yang belajar di mushola, kantor desa, belajar ngampar di bekas rumah dinas guru yang rusak atau numpang di Madrasah Diniyah seperti yang terjadi di sejumlah sekolah saat ini.

“Kami ingin ada data kerusakan ruang kelas yang benar-benar akurat, itu untuk memudahkan penanganan kedepan serta penganggarannya. Jangan sampai ada sekolah yang benar-benar rusak namun tidak menjadi prioritas penanganan,” ungkapnya.

Sementara itu menurutnya jumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Majalengka saat ini mencapai 616 sekolah, jumlah tersebut setelah puluhan sekolah diantaranya di merger guna mengepektifkan pengelolaan, serta meringankan beban biaya operasional. Merger dilakukan setelah kepala sekolah disetiap sekolah menjalani masa pensiun sehingga tidak ada persoalan sosial yang dihadapi. (Abduh)

1365 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*