Gedung Kelas Ambruk, Siswa SDN Randengan Kulon 1 Menumpang ke Sekolah Lain

MAJALENGKA (CT) – Dunia pendidikan Kabupaten Majalengka kini kembali tercoreng, pasalnya puluhan murid SDN Randengan Kulon 1 yang terdiri dari kelas V dan VI kini menumpang di Sekolah Madrasah Diniyah setelah ruang kelas sekolah mereka ambruk pada Minggu (19/10) lalu. Sementara kelas IV menempati ruang perpustakaan yang letaknya persis berada di belakang sekolah mereka.

Terpisahnya tempat belajar kelas V dan VI ini menurut keterangan Kepala Sekolah SDN Randegan 1, Arsad Sudarsono, sehubungan di sekolahnya tidak ada lagi ruang kelas yang bisa dipergunakan, sementara melakukan belajar di sore hari juga tidak memungkinkan mengingat murid-murid tidak terbiasa belajar sore hari. Selama ini kelas III belajar pada siang haris etelah kelas I pulang sekolah pada pukul 11.00 WIB, setelah itu kelas III belajar hingga pukul 15.00 WIB.

“Kebetulan ada sekolah MD yang belajarnya sore hari, sehingga pagi hari bisa dipergunakan oleh murid kami. Di sana ruang belajar mencukupi bahkan bila mungkin kelas III yang biasa belajar siangpun bisa ikut sementara bersama kelas V dan VI,” ungkap Arsad kepada CT, Kamis (22/10).

Jarak SD dengan MD pun hanya sejauh 300 meteran sehingga koordinasi antara kepala sekolah dengan guru juga sangat mudah karena jarak tidak terlalu jauh. Arsad berharap kedepan pemerintah bisa membangun empat ruang kelas agar semua murid di sekolahnya bisa belajar pada pagi hari, seperti halnya di sekolah-sekolah lain. Karena bila murid belajar sore hari sering kali terkendala persoalan non teknis, seperti halnya bila musim penghujan cuaca gelap dan belajar murid pun menjadi tidak nyaman.

Selain itu menurutnya pembangunan gedung sekolah juga diharapkan benar-benar kokoh agar bisa bertahan cukup lama, terutama kayu penyangga untuk atap bangunan kuat agar tidak mudah terkena rayap. Tidak seperti yang dilakukan sebelumnya kayu-kayu bekas yang dalamnya sudah rusak dipaksakan dipergunakan kembali, akibatnya atap bangunan ambruk.

Seperti diberitakan CT sebelumnya satu ruang kelas SD Randegan Kulon 1, di Desa Randegan, Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka ambruk, dua ruang kelas lainnya nampak sudah bergelombang, sejumlah kaca jendela belakang pecah, sebagian terpaksa ditutup dengan palang bambu seadanya agar sekolah aman dari jangkauan orang tidak bertanggungjawab.

Pada Rabu (21/10) penjaga sekolah dibantu masyarakat berupaya menurunkan sebagian genteng yang kondisinya masih untuh, sebagai langkah penyelamatan asset agar bahan bangunan yang masih baik bisa terselamatkan.

Nampak beberapa genting tersebut adalah genting produksi lama, atau diistilahkan masyarakat genting palentong. Hal itu menandakan bahwa pada saat gedung sekolah direnovasi pada tahun 2011 lalu ada sebagian genting yang tidak diganti karena menganggap genteng masih cukup bagus. (Abduh)

5196 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*