Harga Bawang Terjun Bebas, Petani Harapkan Kebijakan Pemerintah

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah petani bawang di Majalengka mengeluhkan turunnya harga bawang merah yang sangat drastis, sehingga membuat untung panen mereka sangat tipis dan bahkan merugi.

“Harga bawang merah di kalangan petani sangat rendah bahkan mencapai Rp. 6.000 per kg padahal di pasar harga bawang masih diatas Rp. 20 ribu per kg,” kata Trisno (38) petani bawang merah di Desa Pakubeureum Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka kepada CT, Kamis (29/10).

Trisno mengungkapkan dalam dua minggu terakhir, harga bawang merah di kalangan petani (petik langsung dari kebun-red) turun drastis dari Rp. 15 ribu per kg kini menjadi Rp. 10 ribu per kg dan pernah turun jadi Rp. 6.000 per kg, walaupun sekarang naik lagi jadi Rp. 9 ribu per kg.

“Harga Rp. 10 ribu per kg saja petani sudah untung tipis, kami berharap ada kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kami sehingga harga stabil, soalnya harga pupuk, bibit dan upah buruh cenderung stabil,” ungkap Trisno.

Hal serupa dikeluhkan Kholik (50) petani bawang di Desa Tejamulya Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka, menurutnya harga bawang merah anjlok karena sedang panen raya di sentra bawang di Brebes Jawa Tengah.

“Harga bawang yang dijual di petani langsung dari kebun itu memang beda dengan harga pasaran, biasanya kami jual ke bandar, bandar tampung di Brebes baru dijual ke pasar di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya,” ungkap Kholik yang berharap ada perhatian pemerintah terhadap para petani bawang. (Abduh)

2385 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*