Harga Kedelai Capai Rp. 8000/kg, Pengusaha Tahu Tempe Majalengka Terancam Gulung Tikar

MAJALENGKA (CT) – Sejumlah pengusaha tahu dan tempe di wilayah Kabupaten Majalengka mengeluhkan mahalnya harga kacang kedelai yang melonjak hingga Rp. 8.000 per kilogram yang mengancam keberlangsungan usaha mereka.

Menurut Sugianto (33) seorang pengusaha tahu di Desa Talaga Wetan Kec. Talaga Kabupaten Majalengka harga kacang kedelai yang semula Rp. 7.400 per kilogram kini melonjak menjadi Rp. 8.000 per kilogram.

“Kenaikan harga kedelai sejak kurang lebih sebulan terakhir katanya gara-gara Dollar (kenaikan kurs dollar AS terhadap rupiah-red) karena kita semua menggunakan kedelai impor,”jelas Sugianto kepada CT, Rabu (07/10).

Sugianto mengatakan dirinya membeli kedelai biasanya per kwintal dengan harga Rp. 800 ribu per kwintal dan rata-rata menghabiskan 3 kwintal kedelai per hari. “Ketika harga kedelai Rp. 7.400 per kilogram saja pabrik tahu sudah untung tipis, kini kami terpaksa terus berproduksi asal bisa makan untuk menyambung biasa hidup,” ungkapnya.

Hal serupa dikatakan Titin (46) pengusaha tempe di blok Ciroyom Desa Talaga Kulon Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka yang mengeluhkan harga bahan baku pembuatan tempe yang mahal karena pengaruh Dollar AS.

“Ironis Pak, tempe makanan rakyat kecil, namun bahannya impor dan mahal lagi, saya terpaksa terus membuat tempe karena tidak ada pekerjaan lain, kalau ngomong untung rugi mah banyak ruginya dan cape nya saja,” ungkap Titin polos mengungkapkan curahan hatinya.

Anggota Komisi B DPRD Majalengka yang salah satunya membidangi perdagangan Dede Aif Mussofa mengatakan pemerintah harus turut campur melindungi keberlangsungan usaha kecil dan menengah seperti pengusaha tahu dan tempe.

“Ini masalah terus berulang setiap tahun, ketika nilai tukar dollar naik mereka banyak gulung tikar karena bahan baku kedelai impor, harus ada regulasi yang memproteksi pengusaha kecil seperti mereka itu, dan meningkatkan produksi kedelai lokal karena kalau selamanya menggantungkan impor akan membunuh mereka secara perlahan, pemerintah harus mencari solusinya,” ungkapnya. (Abduh)

1929 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*