Helat Rakor, Bupati Sutrisno Dukung Majalengka Swasembada Pangan

MAJALENGKA (CT) – Bupati Majalengka H. Sutrisno mengatakan dalam era pemerintahan sekarang, pihaknya sangat mendukung Kabupaten Majalengka untuk swasembada pangan dan meningkatkan produksi pertanian.

“Bagaimana caranya agar kita mampu menggunakan teknologi dan metodologi pertanian, sehingga hasil pertanian tidak hanya cukup untuk makan namun petani bisa makmur dari hasil pertanian,” kata Bupati Sutrisno saat membuka Rakor Ketahanan pangan dengan Kodim 0617 dengan peserta para Danramil se-Kabupaten Majalengka dan OPD-OPD terkait, Kamis (02/07).

Menurutnya saat ini, masyarakat dunia lebih takut rawan pangan daripada takut perang, maka dari itu pihaknya mendorong agar para petani dibantu penyuluh pertanian dan Babinsa Koramil, agar bisa berbisnis di bidang pertanian dan menghasilkan keuntungan.

“Bidang pertanian itu harus menjadi bisnis yang menguntungkan, Pemkab akan membantu fasilitasi saluran irigasi, teknologi pertanian, pupuk, bibit, penyuluhan dan lainnya agar petani bisa sukses, tentunya ini harus didukung semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka H. Abdul Gani mengatakan di awal musim kemarau ini 6 ribu hektar lahan pertanian di Majalengka terancam kekeringan.

“Meskipun terjadi alih fungsi lahan dan anomali iklim namun setiap tahun produksi beras Majalengka selalu surplus karena selain membuka lahan tidur kami juga menggunakan teknologi tepat guna pertanian,” jelasnya.

Teknologi yang digunakan dan telah dilaksanakan oleh petani dengan bimbingan PPL itu menurutnya yaitu penggunaan bibit unggul padi, sistem tanam jajar legowo, pupuk organik, pengaturan populasi tanam, pengendalian hama terpadu serta pengairan yang efektif.

Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf. Priandy Budi Purnawan mengatakan pihaknya mendukung target pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk swasembada pangan dan pihaknya terus mendorong semua pihak, termasuk jajaran TNI AD dalam memberikan motivasi kepada pemerintah daerah, kepala desa dan petani.

“Upaya pemanfaatan lahan tidur harus segera dilakukan, serta penerapan teknologi pertanian karena dikhawatirkan tahun 2045 Indonesia akan mengalami krisi pangan. Saatnya kita mulai memanfaatkan lahan yang ada, anggota TNI Babinsa mendukung petani senantiasa memotivasi untuk terus menanam baik padi maupun sayuran, dengan itu kami menempatkan satu orang Babinsa di setiap desa menjadi penyuluh pertanian,” katanya. (Abduh)

1515 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*