Ini Sikap PKB Kab. Majalengka Soal Konflik Lahan BIJB

Majalengkatrust.com – DPP dan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Majalengka, meminta dalam proses pembangunan BIJB harus melakukan pendekatan dialogis, dengan melibatkan seluruh pihak terutama masyarakat pemilik lahan.

“PKB juga mendesak aparat mengedepankan pendekatan persuasif tanpa kekerasan, serta meminta menarik mundur pasukannya dalam proses pengukuran tanah yang saat ini masih berlangsung,” kata salah seorang anggota Fraksi PKB DPRD Majalengka, Suheri.

Hal tersebut diungkapkan Suheri dalam acara yang digelar di rumah makan di Majalengka, yang dihadiri anggota DPR RI KH. Maman Imanulhaq, Ketua DPC PKB Majalengka/ Ketua Komisi IV DPRD dr. H. Hamdi, anggota DPRD Majalengka, Liling Ali Mukti, dan Sekretaris DPC PKB Majalengka, Cecep Sholeh Soemantri.

“Kami juga meminta kepada Kapolda Jabar agar melepaskan warga Desa Sukamulya yang ditahan pasca-kericuhan tersebut,” kata Suheri, Sabtu (19/11).

PKB sendiri, lanjut dia, mendukung perjuangan kawan-kawan aktivis dan NGO dalam pendampingan warga Desa Sukamulya demi memperoleh hak-hak sebagai warga negara.

“Kami berharap semua pihak tetap menjaga kondusifitas dan jangan ada yang ‘bermain api’ dengan melanggar aturan perundangan-undangan, memanipulasi data, menipu warga, dan segala bentuk penyimpangan lainnya,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CT, hari ini, Sabtu (19/11), KSP (Kantor Staf Presiden) meninjau ke area BIJB, guna melihat langsung kondisi warga Desa Sukamulya, usai terjadi bentrokan dengan aparat pengamanan saat pengukuran lahan dilakukan. (Abduh)

1404 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*