Ini Strategi Menpar Arief Yahya Dorong Sektor Wisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar Negara

MAJALENGKA (CT) – Menteri Pariwisata DR. IR. H Arief Yahya, Msc., mengatakan bahwa Indonesia yang kaya dengan memiliki keindahan alam serta keunikan tersendiri merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan.

“Pertambangan seperti minyak bumi, batu bara, tembaga, emas dan lain-lain akan habis di suatu saat nanti. Namun panorama indah suatu daerah berupa pemandangan alam, kuliner, adat istiadat kesenian tak akan lekang oleh waktu, dan ini sesunguhnya yang perlu dikelola dengan baik,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Kunjungan Kerja, dalam rangka Pengukuhan Pengurus Gernasta (Gerakan Nasional Sadar Wisata) Provinsi Jawa Barat di Ponpes Al Mizan Jatiwangi Majalengka, Jumat (01/04).

Hadir dalam rombongan tersebut para Pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Puteri Indonesia Pariwisata 2016, didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizky Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuty, dan Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Pariwisata Nusanta Raseno Arya, tamu undangan yang hadir sekitar 350 orang terdiri dari, Muspika Kecamatan Jatiwangi Santriwan dan Santriwati Ponpes Al Mizan, serta Komunitas Pegiat Wisata Kabupaten Majalengka.

Menurut Menpar Arief Yahya berbicara pariwisata di negeri ini, menempati posisi sebagai penyumbang ke 4 untuk devisa negara. Posisi satu masih minyak dan gas bumi, seklipun empat tahun belakangan ini ada kecenderung menurun, sedangkan pariwisata empat tahun ini tren-nya naik.

“Pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar bagi negara. Tahun 2014 empat besar penghasil devisa terbesar adalah minyak bumi, batu bara, minyak sawit, dan industri pariwisata. Diharapkan pada 2019 pariwisata hampir pasti menjadi penghasil devisa terbesar,” ungkapnya.

Menurut dia, meski saat ini devisa Pariwisata Indonesia masih kalah jauh dari Malaysia, dan Thailand, atau hanya mendapatkan 10 miliar dolar AS, “tapi dalam dua tahun ke depan, kita akan mengalahkan mereka. Buktinya branding Wonderfull Indonesia telah mengalahkan branding wisata Thailand dan Malaysia,” terang Arief Yahya

Dia menambahkan, dibutuhkan strategi ‘tiga S’ untuk mewujudkan rencana menjadikan pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar bagi negara. Yaitu Solid bersatu, Speed artinya jangan lelet dan Smart.

Sementarai itu Pengasuh Ponpes Al Mizan KH Maman Imanulhaq mengatakan terdapat 2000 siswa-siswi dari TK sampai SMA di pondok pesantren Al Mizan. “Tanggal 14 Januari lalu, presiden RI Jokowi mendatangi Al Mizan, saya bilang ke beliau, presiden yang baik akan dibantu orang-orang baik, juga menteri yang baik pula, seperti menteri Pariwisatanya,” katanya.

KH Maman Imanulhaq berharap Gernasta mampu membina dan meningkatkan pariwisata Indonesia. Terutama yang ada di Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, dan sekitarnya. Sehingga harapan mewujudkan industri pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar negara segera terwujud.

“Semoga dengan adanya Bandara dan akses jalan tol, pariwisata di Ciayumajakuning dan sekitarnya akan meningkat pesat dengan potensi kuliner dan keindahan alam yang luar biasa,” ungkapnya. (Abduh)

1230 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*