Ini Tanggapan MUI Kabupaten Majalengka Soal ‘Nabi Zahra as’ di Buku Ajar SD

MAJALENGKA (CT) – Adanya buku Pelajaran Agama Islam yang mencantumkan Nabi Zahra as sebagai rasul diurutan ke-sebelas, menjadi sorotan MUI Kabupaten Majalengka, KH. Anwar Sulaeman. Ia menegaskan untuk segera dikaji oleh Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama agar memberikan kejelasan bagi sekolah, jangan sampai hal itu menjadi polemik dan menyesatkan masyarakat, kususnya peserta didik.

KH. Anwar Sulaeman menambahkan, nama-nama 25 nabi dan rasul yang tertuang dalam Alquran dianggap sudah jelas, sehingga tidak perlu lagi diubah-ubah. Karena Alquran oleh umat Islam menjadi acuan dan sebuah sandaran kebenaran.

“Di dalam Alquran itu, sudah jelas disebutkan 25 rasul itu tidak ada nabi dengan gelar rasul dan nama Zahra as, kalau dari jumlah rosul 313 itu mungkin saja ada, tapi kalau dari 25 rosul itu tidak ada, sehingga ajaran itu harus dikembalikan kepada Al Qur’an. Karena disana tertera jelas siapa saja yang disebut rosul, sesuai dengan nama yang sudah mashur,” kata Anwar Sulaeman, Selasa (05/04).

Oleh sababb itu, bila ada buku ajar di sekolah dengan mencantumkan nabi Zahra as masuk pada 25 daftar nama rasul, tentu harus segera dilakukan kajian apakah buku tersebut layak untuk diajarkan atau tidak.

“Sebaiknya segera ditarik dari sekolah, karena hal itu akan menimbulkan perdebatan diantara umat Islam sendiri,” ujar Ketua MUI.

Seperti diberitakan CT sebelumnya, menurut keterangan sejumlah guru SD Negeri Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, buku pelajaran Agama Islam tersebut diterimanya dari UPTD Dinas Pendidikan pada tahun 2007-2008 lalu, untuk digunakan sebagai bahan ajar. Ketika menerima buku tersebut, tidak diteliti ada kesalahan atau tidak, sehingga buku langsung dibagian kepada murid-murid untuk bahan pelajaran mereka. (Abduh)

1059 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*