Inspiratif… Pemuda Desa Ubah Lahan Pertanian Marjinal Jadi Produktif

MAJALENGKA (CT) – Apa yang dilakukan Jajang Ade Rukmana (35) seorang pemuda warga Blok Pangangonan Desa Majasuka Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka bisa ditiru oleh kita semua di negeri ini yang kaya SDA dan memiliki lahan yang luas.

Melihat di desanya banyak tanah tandus yang kurang produktif untuk ditanami tanaman seperti Padi, ia kreatif dengan menanam tanaman yang cocok dibudidayakan di lahan tandus. Jajang membudidayakan perkebunan pepaya California dan tanaman lainnya, dengan mendirikan An-Nabawie Agro Lestari.

Kepada CT Jajang mengatakan pertanian An-Nabawie Agro Lestari berawal 3 tahun yang lalu saat adanya program penggemukan sapi oleh Saung Balong Al-Barokah yang bertempat di Blok Kosambi Lempo Desa Majasuka Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka.

“Melihat kotoran sapi yang terbuang dan lahan di blok Pangangonan Desa Majasuka yang kurang produktif, saya berfikir bahwa kotoran tersebut bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk pengembangan pertanian di wilayah ini,” ujarnya, Senin (27/07).

Ia mengungkapkan An-Nabawie bekerjasama dengan pemerintah Desa Majasuka dan membuka lahan awal sekitar 2 Hektar yang kurang produktif dan ditanami Tanaman pepaya california sekitar 200 pohon percobaan dan tahap selanjutnya 1000 pohon sampai sekarang mencapai 7000 pohon di lahan yang berkembang menjadi 7 hektar.

“Selain pepaya juga di tanami padi, bunga kol, tomat cabe dan sayuran lainnya. Dan sekarang melebarkan sayap ke penangkar benih tanaman,” ungkapnya.

Namun Jajang mengungkapkan saat musim panas seperti ini terjadi kekeringan dan mengahambat produktifitas tanaman di pertanian tersebut, seperti air tanah berkurang dan penggunaan pengairan melalui sungai yang kurang efektif.

Beranjak dari hal tersebut jajang berinisiatif membuat kolam menggunakan terpal yang berisi ikan dan selanjutnya air yang tercampur dengan kotoran ikan dijadikan nutrisi untuk tanaman yang ada di pertanian tersebut.

“An-nabawie selalu menggunakan pupuk organik untuk tanamannya seperti kotoran sapi, buah-buahan busuk dan beberapa bahan organik lainnya,” ungkapnya.

Sebagai catatan, Jajang mengungkapkan sekali panen bisa menghasilkan sekitar 5-6 ton buah-buahan per minggu. Pertanian An-Nabawie sudah memasuki pasar lokal di daerah Majalengka dan Jakarta.

Melalui program Kelompok wanita Tani dan program-program pertanian bagi warga lokal, An-Nabawie menunjukan kemitraannya dengan Desa Majasuka. Selain itu, Pertanian An-nabawie di apresiasi oleh beberapa pihak seperti UNMA yang menjadikan kawasan ini sebagai pusat pengkajian agro.

Ia mengatakan dirinya sendiri selaku pengelola mendapatkan penghargaan dari TEKINFORDIA Majalengka sebagai 10 Inspirator Majalengka (mengubah lahan marjinal menjadi produktif).

Ia mengatakan dirinya terbuka bagi siapa pun khususnya Warga Majalengka dan sekitarnya yang berminat untuk pengembangan ataupun penelitian Agro bisa berkunjung langsung ke Pertanian An-Nabawie yang beralamat di Blok Pangangonan Desa Majasuka Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka. (Abduh)

4230 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*