Ternyata Tersangka Bandar Shabu Berstatus Bebas Bersyarat dan Wajib Lapor

MAJALENGKA (CT) – Seorang tersangka, RA alias Jepang yang diduga bandar narkotika jenis shabu-shabu, yang ditangkap di sebuah hotel di Kadipaten, ternyata seorang residivis dalam kasus yang sama dan berstatus wajib lapor.

“Tersangka RA masih menjalani wajib lapor selama 4 tahun, karena bersatus bebas bersyarat tahanan LP Banceuy Bandung,” kata Kapolres Majalengka, AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, SIK melalui Kasat Narkoba, AKP Darli, SSos didampingi Subbag Humas Bripka Riyana Ssos kepada CT, Senin (10/09) malam.

Kapolres mengatakan tersangka RA dijerat dengan pasal 111 dan pasal 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika diancam hukuman penjara selama-lamanya 20 tahun.

“Karena status RA masih wajib lapor dan tersangkut lagi kasus yang sama maka hukumannya akan ditambah,” jelas Kapolres.

Ia mengatakan Satnarkoba Polres Majalengka kini mengamankan barang bukti narkotika jenis Shabu seberat 0,9 gram dan ganja 9,9 gram.

“Waktu menjalani tahanan di LP Banceuy, tersangka RA mengedarkan shabu seberat 3 kg dan RA adalah salah satu residivis dan mantan Napi Lapas Banceuy Bandung dengan vonis 10 tahun, saat diamankan Satnarkoba Polres Majalengka ternyata tersangka RA masih bebas bersyarat,” jelas Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya. Rizky Ardiyansyah alias Jepang (29) seorang pengusaha wiraswasta warga Jalan Sukamanah Desa Sukamanah Kecamatan Majalengka Kabupaten Bandung diciduk oleh Satnarkoba Polres Majalengka di sebuah Hotel di kawasan blok Teluk Jambe Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten Majalengka karena menyalahgunakan narkotika jenis shabu-shabu dan ganja. (Abduh)

1794 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*