Jalan Amblas Talaga-Wado Sumedang Dikeluhkan Warga

MAJALENGKA (CT) – Ruas jalan antara Talaga-Bantarujeg-Lemahsugih-Wado Sumedang tepatnya di Blok Cipari, Desa Cipari, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka retak dan anjlok. Kendaraan yang melintas tidak bisa berpapasan, salah satu harus menunggu.

Ada tiga titik kondisi jalan yang anjlok dan retak-retak tersebut, pertama terdapatnya tikungan setelah jembatan Cipari, di titik tersebut hampir setengah badan jalan retak-retak dan anjlok di bagian selatan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan pihak Dinas Bina Marga telah memasang rambu-rambu dengan memasang empat drum dan palang bambu serta dari arah Talaga ditulis plang bertuliskan “hati-hati jalan anjlok”.

Di lokasi tersebut pengendara harus ekstra hati-hati karena selain jalan anjlok juga kondisi dari arah Talaga jalan menurun serta berbelok, demikian juga dari arah Bantarujeg jalannya menurun dan menikung.

Sekitar 100 meter dari lokasi tersebut juga terdapat jalan yang retak-retak, lebar retakan yang terjadi hampir sekitar 1,5 meter dengan panjang sekitar 8 meter dari bagu jalan. Di lokasi tersebut untuk menghindari terjadinya kecelakaan juga dipasangi rambu-rambu dengan memasang palang bambu dan beberapa buah drum.

Titik lainnya yang longsor adalah di Blok Langkara, masih di Desa Cipari, di titik tersebut sepanjang kurang lebih 8 meter bahu jalannya amblas, namun di tiap ujung yang amblas terdapat retakan yang memanjang baik ke arah Talaga maupun ke arah Bantarujeg masing-masing sepanjang kurang lebih 4 meter.

Peyangga yang terbuat dari bambu dan rucuk bambu yang pernah dipasang tak mampu menahan beban longsoran sehingga tebing ambruk sekitar hampir dua meteran. Menurut keterangan sejumlah pengguna jalan, Ilham Nugraha, amblasnya jalan tersebut terjadi sejak tiga minggu yang lalu tepatnya sejak curah hujan meninggi. Awalnya kondisi jalan hanya retak-retak seminggu kemudian amblas.

“Pengguna jalan harus hati-hati terutama di saat malam hari apalagi bila disertai hujan, karena jalan gelap,” kata Ilham Nugraha, warga Desa Lemahsugih kepada CT, Rabu (09/12).

Warga lainnya, Jaja, mengungkapkan amblesnya ruas jalan di wilayah tersebut hampir setiap tahun terjadi di saat musim penghujan. Hal ini akibat kondisi tanah yang labil dan beberapa titik di antaranya tebing. Terlebih tahun ini kemarau sangat panjang sehingga ketika hujan turun tanah mudah lembek dan tanah terus bergerak hingga mudah longsor.

“Jalan yang mudah longsor dan setiap tahun rusak akibat pergerakan tanah di ruas jalan Talaga-Wado ini cukup panjang, makanya tak heran bila sekarang banyak jalan yang amblas,” ungkap Jaja, warga Desa Bantarujeg yang setiap hari melintas ke jalan tersebut untuk berbelanja ke Pasar Talaga. (Abduh)

1953 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*