Jawa Barat Penyumbang Nomor 1 Angka Kematian Ibu dan Bayi Secara Nasional

Majalengkatrust.com – Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Edi Sutardi mengatakan, Jawa Barat penyumbang nomor 1 laporan kematian ibu dan bayi di tingkat nasional.

“Dan Kabupaten Majalengka masuk 10 besar di Jawa Barat, penyumbang laporan kematian ibu dan bayi. Ini wajar karena jumlah penduduk Jabar paling besar secara nasional. Sebetulnya Majalengka sekarang sudah di luar 10 besar,” kata Edi Sutardi, saat Pertemuan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penyelamatan ibu dan bayi baru lahir, di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Kamis (27/10).

“Kita harus komitmen mendongkrak IPM, dengan meminimalisir angka kematian ibu dan bayi, dengan memberdayakan partisipasi masyarakat termasuk Ormas, LSM, Media Massa, MUI dan lainnya,” ungkapnya.

Edi mengatakan, tingkat kematian bayi itu sesuai data paling tinggi terjadi di rumah sakit, dan harus ada solusinya. Misalkan memperbaiki konsep rujukan dari Bidan Desa ke Rumah Sakit, akan dibantu oleh teknologi informasi.

“Masyarakat juga ikut membantu proses pemberdayaan ibu dan bayi yang baru lahir, dimana 70 persen itu yang paling berperan adalah partisipasi masyarakat. Gubernur juga menggerakan penyelamatan ibu dan bayi yang baru lahir, termasuk di Kabupaten Majalengka, dengan membentuk forum masyarakat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Kabid Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Ida Heriyani, penentu angka IPM itu salah satunya dari sektor kesehatan.

“Walaupun infrastruktur hebat, kalau ada kematian ibu dan bayi ada, tetap jelek bagi dinas dan Pemkab Majalengka. Ini tanggung jawab kita bersama untuk mendongkrak IPM di bidang kesehatan,” ungkapnya.

KH. Zaenal Abidin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka menyatakan, pihaknya siap mensosialisasikan gerakan penyelamatan ibu dan bayi baru lahir, melalui ceramah dan pengajian serta penyuluhan agama, bekerjasama dengan penyuluh Kemenag.

Sementara itu, Ketua Pemuda PUI, Dadan Liwaulhamdi, mengeluhkan buruknya pelayanan serta lambatnya penanganan gawat darurat, di Rumah Sakit Majalengka bagi ibu hamil yang akan melahirkan, sehingga banyak kejadian ibu hamil dan bayinya tidak tertolong.

“Di wilayah selatan Majalengka, warga lebih memilih ke rumah sakit Kuningan, karena buruknya pelayanan di Majalengka. Selain itu, jarak yang jauh jadi kendala sehingga mungkin harus dibangun Rumah Sakit di wilayah selatan, agar kejadian bayi lahir di jalan tidak terulang,” ungkapnya. (Abduh)

1287 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*