Keluhkan Pungutan Organda, Sejumlah Sopir Angkutan Galau

MAJALENGKA (CT) – Kegiatan pungutan jalanan di wilayah Kabupaten Majalengka semakin marak di bulan suci Ramadhan, yang akhir-akhir ini dirasa meresahkan pengguna jalan terutama sopir angkutan.

Salah satu Sopir Angkutan Barang Didi mengatakan bahwa dirinya merasa kesal dengan kegiatan pungutan tersebut karena kadang kadang sampai ngantri dan membuat kemacetan. “Terus pungutan tersebut juga tidak jelas manfaatnya bagi kami, saya kasih karena tidak mau ribet saja,” ungkapnya, Jumat (03/07).

Pantauan CT di lapangan pungutan yang dilakukan diantarantara dengan mengatas namakan ORGANDA KKU Angkutan barang, petugas yang melakukan ini berseragam hitam lengkap dengan sepatu hak tinggi (jenggel), topi dan beratribut ORGANDA. Petugas ini dalam melakukan tugasnya dilengkapi karcis serta papan peringatan. Adapun petugasnya tersebar di beberapa titik ruas jalur jalan Raya Provinsi maupun jalur jalan raya kabupaten, seperti di Kadipaten, Jatitujuh, Panjalin dan Rajagaluh.

Seperti diungkapkan salah satu petugas KKU Organda di jalan raya Jatitujuh – Indramayu, Yuda mengatakan bahwa dalam tugasnya mengambil retribusi kepada kendaraan-kendaraan angkutan barang yang melintas ia juga dibekali KTA, SK yang diterbitkan dari ORGANDA Kabupaten Majalengka yang berkantor di Simpeureum di samping Kantor Dishubkominfo.

“Kalau sopir minta karcis ya saya kasih tapi banyaknya gak minta kadang-kadang uang retribusi juga cuma dilempar saja dari dalam kendaraan,” katanya yang mengatakan nilai karcis sebesar Rp. 1.000 per kendaraan.

Sementara sopir lainnya Ade mengaku keberatan dengan banyaknya pungutan di jalanan dan selama ini meresahkan para sopir angkutan barang. “Pungutan itu banyak sekali mulai dari yang katanya resmi pakai karcis, sampai yang liar, yang mengatasnamakan koperasi sampai organisasi apa saya juga tidak ngerti,” ungkapnya.

Sementara Kadishubkominfo Maman Sutiman mengatakan terkait kegiatan ORGANDA melakukan pungutan dijalanan bukan wewenang dan tanggungjawab Dishubkominfo melainkan wewenang dan tanggung jawab ORGANDA Sepenuhnya.

“Saya sudah melakukan pengecekan dilapangan adanya pungutan ORGANDA KKU tersebut, saya melarang ORGANDA membawa-bawa nama Dishubkominfo,” tandasnya.

Ketua Organda Kabupaten Majalengka Anung Nurjaman ketika dikonfirmasi membenarkan adanya Pos KKU Organda yang memungut Rp. 1.000 ke setiap mobil angkutan barang. “Ini bukan iuran tapi koordinasi istilah tepatnya. Ada dasarnya di AD/ART Organda, sedangkan Pos KKU nya terletak di Babakan Anyar Kadipaten, Budur Sumberjaya dan Jatitujuh,” ungkap Anung.

Ia mengatakan dari setiap Pos KKU setor ke kantor DPC Organda setiap hari Rp. 40 ribu. “Sisanya buat petugas di lapangan, dana ini kami akan pergunakan untuk membangun kantor Organda,” ungkapnya. (Abduh)

2703 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*