Kemarau Panjang di Majalengka Buat Petani Cengkeh Kewalahan

MAJALENGKA (CT) – Nasib Petani cengkeh di Desa Haurseah Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka cukup mengkhawatirkan. Pasalnya tanaman cengkeh mereka mengering, imbas musim kemarau yang berlangsung beberapa bulan terakhir.

“Tanaman cengkeh berusia muda yang baru ditanam satu dua tahun terakhir sudah mulai mengering akibat tidak mendapat pasokan air,” kata Cecep, salah seorang petani cengkeh, Jumat (28/08).

Cecep mengatakan, bila tanaman cengkeh muda mengering, akan merugikan petani, mengingat proses penanamannya mengeluarkan dana yang tidak sedikit. “Biaya tanam cengkeh terdiri, harga benih berkisar Rp 7.000 hingga Rp 10.000 ditambah ongkos angkut, biaya buruh menanam dan pengeluaran lainnya yang bila ditotal bisa mencapai Rp. 50.000 per pohon,” ujar Cecep.

Selain itu, ancaman kekeringan secara jangka panjang berdampak cukup besar bagi petani, mengingat sebagian besar cengkeh saat ini sudah berusia tua. “Tanaman yang baru kita tanam, diharapkan mengganti pohon cengkeh yang sudah belasan tahun tumbuh,” lanjutnya.

Mengantisipasi dampak kerugian yang cukup besar, sejumlah petani terpaksa mengeluarkan biaya ekstra, seperti untuk penyiraman. “Terpaksa harus membayar tenaga kerja untuk menyiram tanaman terutama yang berusia di bawah lima tahun,” imbuh Cecep.

Durohim, petani cengkeh lainnya, mengatakan, musim kemarau panjang berbahaya bagi tanaman cengkih. “Tiupan angin menyebabkan air embun tidak ada, akibatnya pohon cengkeh dan tanaman lain tidak memperoleh air,” katanya.

Cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Argapura, khususnya di Desa Haurseah. Dengan asumsi harga cengkeh kering Rp 100.000 per kilogram, maka dalam satu hektare yang berisi 100 pohon berusia 10 tahun dapat diperoleh hasil satu ton per satu atau dua tahun atau berkisar Rp. 100 juta. Setelah dikurangi ongkos produksi, diperoleh pendapatan bersih berkisar Rp. 50 juta. (Abduh)

2145 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*