Kemenag Majalengka: Pendirian Rumah Ibadah Harus Sesuai SKB No 9 2006

MAJALENGKA (CT) – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, H. Cece Hidayat menegaskan pendirian rumah ibadah harus memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Mendagri nomor 9 tahun 2006.  

Dijelaskan Cece, sesuai SKB tersebut, dinyatakan bahwa pendirian  rumah ibadah itu harus memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan beberapa persyaratan antara lain, memiliki jamaah minimal 90 orang yang berada di sekitar lokasi rumah ibadah yang akan dibangun dan itu  dibuktikan dengan KTP.

Temasuk, mendapatkan persetujuan dari minimal 60 warga setempat yang diketahui oleh pejabat desa/ kelurahan setempat. Kemudian lanjut dia, setelah persyaratan dipenuhi, maka harus ada rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan ijin rekomendasi dari Kemenag dan yang mengeluarkan ijin pendirian rumah ibadah itu  kepala daerah.

“Pada prinsipnya Kemenag tidak akan mempersulit untuk mengeluarkan ijin rekomendasi pendirian rumah ibadah selama persyaratan telah dipenuhi,” tandasnya seraya berharap agar kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Majalengka tetap terpelihara dan kondusif.

Terkait adanya wacana pendirian sebuah tempat ibadah di Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, ia belum mendapatkan laporan resmi dan belum mendapatkan permohonan pengajuan pendirian rumah ibadah tersebut.

Seperti diberitakan CT sebelumnya, sejumlah warga Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka menolak pendirian tempat ibadah, yang rencananya akan didirikan di Lingkungan RW X Kelurahan Majalengka Wetan. (Abduh)

816 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*