Kerap Mati Listrik, Warga Tiga Kecamatan di Majalengka Ancam Demo PLN

MAJALENGKA (CT) – Memasuki bulan suci Ramadan, warga yang tinggal di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bantarujeg, Kecamatan Lemahsugih, dan Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka kerap mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap harinya, tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas.

“Hampir pagi dan malam hari, listrik padam hingga berjam-jam. Kami sebagai konsumen merasa dirugikan, apalagi ini bulan puasa, sangat mengganggu ibadah kami,” kata tokoh pemuda Kecamatan Lemahsugih, Dede Joharudin, Kamis (09/06).

Menurut dia, persoalan listrik padam di wilayahnya sering terjadi, sejak 2013. Oleh karena itu, pihaknya mengancam akan menggelar demo ke PLN Majalengka bila masalah klasik ini tidak segera diselesaikan.

“Mungkin sejak ada PLN berdiri, di daerah kami kerap mati lampu. Sedangkan di daerah lainnya di Majalengka tidak seperti daerah kami,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Ja’alusalam. Dia menyesalkan masalah listrik padam yang diabaikan PLN. Padahal warga sangat mengharapkan kenyamanan dalam menikmati energi listrik, seperti daerah lainnya.

“Mati lampu ini sudah bukan barang baru bagi kami di sini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, padamnya listrik di daerah tersebut setelah dikonfirmasi ke pihak PLN belum lama ini, kata dia, terjadi karena pasokan listrik untuk wilayah Kecamatan Bantarujeg dan sekitarnya disuplai dari wilayah Garut.

“Kalau arus listrik di Bantarujeg itu sumbernya dari Kabupaten Garut, bukan dari Majalengka. Jadi, kalau ada pemadaman kita yang kerap disalahkan,” ucapnya.

Kepala UPJ PLN Majalengka, Asmansjah, membenarkan jika di daerah itu sering terjadi pemadaman lampu. Menurut dia, untuk wilayah Kecamatan Bantarujeg dan Kecamatan Lemahsugih itu, dipasok dari saluran listriknya penyulangnya dari Wado di Malangbong Garut. Saat ini kendalanya banyak pohon yang masih berdiri dan perlu ditebas.

“Kondisi di sepanjang jaringan itu banyak pohon dan kami sudah berjalan untuk pemangkasan pohon. Mohon bantuan dan pemahamannya, bagi pemilik yang keberatan pohonnya dipangkas agar bisa diijinkan,” ucapnya.

Dikatakan Asmansjah, pemangkasan pohon ini bukan hanya untuk keandalan tetapi juga untuk keamanan mahluk hidup. “Kami senantiasa berusaha memberikan layanan terbaik dan keandalan yang unggul. Kami butuh dukungan dalam kemudahan memangkas, mengubah konstruksi agar sistem aman dan handal,”ungkapnya. (Abduh)

2445 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*