Kesal Uang Tabungan Siswa Tak Kunjung Dibagikan, Orang Tua Berbondong Datangi Sekolah

MAJALENGKA (CT) – Puluhan orang tua/wali murid berbondong-bondong mendatangi Madrasah Ibtidayah Miftahul Huda Desa Cidenok Kecamatan Sumberjaya, mereka hadir dalam acara rapat bersama ketua yayasan, komite sekolah, serta segenap dewan guru juga dihadiri kepala desa setempat.

Agenda rapat salah satunya membahas tabungan siswa yang belum dibagikan. Sakad (40) salah seorang wali murid merasa kesal dengan ulah Kepsek karena selalu janji-jani akan membagikan uang tabungan.

“Saya sudah gak percaya dengan janji Kepsek bila perlu janjinya secara tertulis jangan cuma lisan,” tegas Sakad, Selasa (14/07).

Saking kesalnya Sakad langsung walk out dari rapat tersebut. Kepala Desa Cidenok Didi Sutadi menetralisir keadaan pihaknya meminta rapat wali murid berjalan aman dan tertib. Komite Sekolah Ramli Kurnadi mengatakan bahwa selama ini membangun MI Miftahul Huda yang sudah berkembang jadi tercoreng gara-gara oknum Kepsek.

“Ulah oknum Kepsek ini sungguh mencederai nama baik lembaga pendidikan dibawah naungan kemenag,” ujar Ramli Kurnadi yang juga seorang petugas P3N juga lebe wilayah setempat.

Kepala Sekolah MI Miftahul Huda, Ijah Khodijah beralasan uang tabungan sejumlah Rp. 170 juta itu dipakai oleh sekolah Rp. 110 juta, yang 60 juta berada di bendahara ibu Eye wali kelas 1 dan sudah dibagikan kepada murid kelas 1 belum lama ini katanya.

Kepsek Ijah Khodijah terdesak oleh aspirasi ortu murid akhirnya berjanji secara tertulis dihadapan ketua yayasan, komite sekolah, kepala desa, puluhan ortu murid, dalam isi pernyataannya Kepsek bersedia membagikan uang tabungan siswa tanggal 31 juli.

“Apabila tanggal tersebut tidak bisa membagikan siap diproses secara hukum,” tukasnya.

Lembaran pernyataan dipegang komite sekolah, ketua yayasan, kepala desa, dan salah satu ortu siswa. Rapat pun akhirnya selesai. Ketua yayasan Miftahul Huda Drs.Hambali mengatakan bahwa permasalahan ini bisa menghambat perkembangan MI kedepan.

“Kepercayaan masyarakat mulai berkurang yang tadinya akan mendaftarkan anaknya sekolah ke MI gak jadi malah daftar ke SDN Cidenok.untuk tahun pelajaran 2015/2016 murid baru hanya 12 orang .”jelasnya.

Seperti diberitakan CT sebelumnya, puluhan orang tua siswa MI (Madrasah Ibtidayah) Miftahul Huda Desa Cidenok Kecamatan Sumberjaya melaporkan dan mengeluhkan uang tabungan siswa sejumlah kurang lebih Rp. 170 juta yang belum dibagikan pihak sekolah ke Pemerintah Desa Cidenok.

Para orang tua siswa tersebut kecewa karena slalu dijanjikan pihak sekolah sejak kenaikan kelas minggu lalu namun sampai saat ini uang tabungan siswa belum juga dibagikan .

“Kami minta uang tabungan segera dibagikan, mudah- mudahan peristiwa seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari karena imbas nya secara langsung atau tidak kepercayaan masarakat kepada MI Miftahul Huda bisa berkurang di khawatirkan tidak mau menyekolahkan anaknya ke MI lagi,” kata perwakilan orangtua siswa sekaligus ketua komite sekolah Ramli Kurniadi, Minggu (28/06).

Menanggapi keluhan para orangtua siswa, Kepala desa cidenok Didi Sutadi didampingi kaur umum Toto Suparto mengatakan bahwa terkait tabungan siswa MI Miftahul Huda yang belum di bagikan, pihaknya berharap kepada kepsek atau pihak sekolah untuk segera membagikannya.

” Karena wali dan orang tua siswa banyak yang menyampaikan keluhan kepada pihak desa dan namun kami juga mohon kepada orang tua siswa untuk menjaga keamanan jangan berbuat anarkis,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah MI Miftahul Huda, Ijah Khodijah S. Ag menyatakan akan segera membayar dan membagikan uang tabungan para siswa secepatnya. Akhirnya orangtua siswa pun membubarkan diri dengan tertib. (Abduh)

2400 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*