Kesenian Sandiwara Khas Pantura Diminati Masyarakat Perbatasan Majalengka

MAJALENGKA (CT) – Akulturasi budaya di wilayah perbatasan Majalengka-Cirebon dan Indramayu sungguh menarik. Di mana masyarakat Majalengka di wilayah utara yang berbatasan dengan Cirebon dan Indramayu justru berbahasa Jawa Cirebonan yang berbeda dengan masyarakat Majalengka lainnya yang berkultur dan berbahasa Sunda.

Di wilayah perbatasan bagian utara tidak hanya bahasa bahkan kesenian Daerah Asal kacirebonan “Sandiwara” semakin diminati warga kabupaten Majalengka terutama warga yang berada di perbatasan Majalengka-Cirebon maupun Majalengka-Indramayu. Seperti terjadi, Kamis (06/08) masyarakat Desa Cidenok Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka menggelar hajatan keluarga mendatangkan hiburan “Sandiwara GALU AJENG GAWIL GROUP yang berasal dari Desa Celeng Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu.

Kesenian sandiwara ini tidak asing lagi bagi masyarakat Desa Cidenok dan sekitarnya, karena setiap musim hajatan tiba sandiwara galu ajeng gawil group selalu dapat job undangan dari masyarakat setempat. Meskipun terbilang cukup mahal biayanya, namun masyarakat Cidenok cukup puas dengan sajian hiburan yang dipersembahkan dalang sandiwara.

Menurut salah satu pemangku hajat yang mengundang dan mementaskan Sandiwara di rumahnya, Daryani (26) warga Cidenok saat dikonfirmasi mengatakan bahwa biaya yg dikeluarkan untuk hajatan khitanan putranya dengan hiburan Sandiwara mengeluarkan biaya Rp. 23 juta dengan rincian Rp. 17 juta biaya sandiwara dan Rp. 6 juta untuk sinden.

“Biaya 23 juta baru sandiwara dan sinden belum konsumsi dan rokok, karena personel sandiwara banyak untuk rokok saja sampe 9 bos rokok yang tidak asal-asalan,” ungkapnya.

Sementara pimpinan Grup Sandiwara Galu Ajeng Gawil Group, Idah Sukesih (55) sekaligus sebagai sinden disela -sela kesibukan pentasnya menuturkan bahwa Sandiwara Galu ajeng berdiri sejak 2004 dan sampai sekarang semakin eksis dan digandrungi masyarakat.

“Alhamdulillah sejak berdiri tahun 2004 sampai sekarang Sandiwara Galu Ajeng semakin maju terbukti saat ini masyarakat wilayah 3 Cirebon bahkan sampai Jawa Tengah dan Lampung setiap musim hajatan kami mendapat job pentas. Untuk bulan Agustus saja full satu bulan kami keliling dari daerah ke daerah, di Desa Cidenok kami berturut-turut pentas sampai 2 hari 2 malam,” tuturnya.

Menurutnya untuk memperingati hari Pramuka gamelan sandiwara Galu Ajeng sengaja. berkostum seragam pramuka lengkap dalam tampil pentas di Desa Cidenok. Menutup obrolan Ida Sukesih berterima kasih kepada seluruh penggemar dimanapun berada dan berharap kesenian sandiwara tidak punah terlibas oleh kemodernan zaman. Sebab Sandiwara Galu Ajeng menurutnya mempunyai ciri khas yakni serimpi (penari pembuka) lima personel putri gawil yang masih belia. (Abduh)

5919 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*