Ketua LDNU Pusat, KH. Maman Imanulhaq: Hijrah Itu Berpindah dan Berubah!

Majalengkatrust.com – Hijrah yang bermakna “pindah”, hakikatnya merupakan sebuah semangat untuk melakukan perubahan (transformation).

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pusat, KH. Maman Imanulhaq memaknai semangat tahun baru Islam 1438 H yang jatuh pada hari Minggu (02/10).

Menurut Kiai Maman, manusia yang masuk pada makna “berpindah” itu, diharapkan mengusung semangat “perubahan” menuju kehidupan yang lebih baik, indah, dan bermakna.

“Hakikat hidup adalah selalu bergerak, berubah, dan dinamis. Semangat optimisme itulah yang semestinya muncul dalam menyambut tahun baru Islam 1438 H,” ungkap Kiai Maman melalui pesan elektronik, Senin (03/10).

Untuk itu, kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka itu, siapapun yang ingin mewarisi semangat “hijrah” harus memiliki gairah untuk terus mencari hal-hal baru, baik, dinamis, dan progresif dalam kehidupan.

Hijrah Rasulullah sendiri, menurut Kiai Maman, bertolak dari keinginan mengubah tatanan hidup, kebudayaan, dan peradaban manusia yang rendah, primitif, bobrok, kejam, timpang, dan tidak manusiawi, menuju tatanan hidup, kebudayaan, dan peradaban yang sehat, adil, baik, sejahtera, dan manusiawi.

“Rasulullah menawarkan ajaran Islam sebagai alternatif dan solusi kehidupan yang baik dan sehat,” ujar Kiai Maman.

Mengambil ‘ibrah’ Rosulullah tersebut, Manusia yang progresif dan dinamis, jelas Kiai Maman, harus selalu memegang teguh semangat ‘hijrah’ dan berubah karena kehidupan ini terus bergerak cepat, carut-marut, dan kadang tak terduga.

“Manusia harus selalu bergerak melakukan perubahan guna merajut sejarah dan kehidupan yang lebih cerah, indah, dan gemilang,” lanjut Kiai Muda yang juga anggota Komisi 8 DPR RI tersebut.

Adapun dalam konteks Indonesia saat ini, Kiai Maman menyebut jika Hijrah berarti perubahahan menuju sebuah kondisi tatanan sosial-kemasyarakatan, yang diwarnai dengan partisipasi publik yang didasarkan pada kerelaan, keswasembadaan, ketaatan pada hukum, keswadayaan.

“Hijarah sebagai upaya untuk bergerak dan berubah mencapai kemandirian dan kemerdekaan bangsa yang sejati,” paparnya.

Selain itu, semangat hijrah bisa juga diwarnai dengan perjuangan melawan segala bentuk ketidakadilan, kekerasan, penindasan, narkobaisme, korupsi, perusakan alam, dan bentuk kezaliman-kezaliman lainnya.

“Dengan semangat “hijrah”, marilah kita ciptakan dunia dan kehidupan yang semakin baik, indah, cerah, dan bermakna,” pungkas Kiai Maman. (Abduh)

2070 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*