Ketua LPA: Bentrok Warga dan Aparat di BIJB Picu Trauma Pada Anak-anak

Majalengkatrust.com – Bentrok antara warga dan aparat keamanan, ketika pengukuran lahan di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati tidak hanya menyebabkan korban luka-luka dari kedua belah pihak, melainkan telah menyisakan trauma bagi anak-anak yang menyaksikan kejadian tersebut.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Majalengka, Aris Prayuda, S.Pd. Menurut dia, pasca-bentrokan tersebut, anak-anak yang biasanya masih bermain dengan keriangan mereka tiba-tiba hilang. Mereka lebih memilih bersembunyi di dalam rumah. Pandangan mereka terlihat cukup tajam pada orang-orang yang tidak mereka kenal.

“LPA Majalengka menyayangkan kejadian bentrokan antara aparat keamanan dan petani di Sukamulya Kertajati. Disayangkan saat anak-anak di bawah umur ada di sekitar lokasi, secara psikis mereka pasti trauma dengan kejadian tersebut,” ujarnya kepada Majalengkatrust.com, Kamis (24/11).

Dia meminta semua pihak yang mempertontonkan aksi kekerasan dalam bentrokan tersebut, bertanggung jawab menghilangkan trauma tersebut. Pendekatan penyelesaian masalah harusnya tidak dengan mempertontonkan bentuk kekerasan, karena terlihat dalam kondisi apapun oleh anak-anak.

“Dampak-dampaknya harus dipikirkan sebelumnya. Kalau misalnya terjadi penyerangan ataupun konflik, harus mempertimbangkan keberadaan anak-anak,” ujarnya.

Aris menilai perlu tanggung jawab dari semua orang yang ada di konflik itu, untuk mengamankan anak-anak, agar tidak menyaksikan bentuk-bentuk kekerasan. Untuk menghilangkan trauma pada anak-anak, perlu dilakukan terapi psikososial. Terapi tersebut bisa dilakukan secara massal, jika memang banyak anak yang mengalami trauma.

Saat anak-anak dihadapkan pada situasi kekerasan, otomatis psikologis mereka terganggu. Anak akan susah dan lama disembuhkan dari rasa trauma tersebut dan akan ingat terus kejadian tersebut.

Aris beserta pengurus saat ini tengah melakukan trauma healing terhadap sebagian anak yang terlihat di lokasi kejadian. LPA berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi, apalagi terlihat oleh anak-anak.

“Kalau dibiarkan akan berdampak terganggunya mental anak-anak, khususnya dalam pergaulan sosial mereka kelak. TNI bisa dilibatkan jika memang mampu menghadirkan rasa aman. Tapi saya pikir semua yang terlibat dalam konflik itu bisa ikut serta, agar proses pemulihan traumanya lebih cepat,” pungkasnya. (Abduh)

3216 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*