Kiayi Maman Imanulhaq Kecam Aksi Penolakan terhadap Ibu Shinta

MAJALENGKA (CT) – Anggota DPR RI KH. Maman Imanulhaq mengecam keras aksi penolakan terhadap kegiatan buka puasa Bu Shinta Nuriyah Wahid di Semarang beberapa waktu lalu. Ketua LDNU itu menyebut jika aksi penolakan itu menunjukan ketidakmengertian yang sengaja terus dipelihara. Tidak mau belajar, merasa paling benar sendiri dan merasa yang paling ngerti agama.

“Arogansi itu bentuk indikasi pemahaman keagamaan yang dangkal. Ini berbahaya karena merusak ketentraman juga memicu konflik agama. Justru aksi mereka itu malah merusak saklaritas puasa”, ungkap Maman kepada CT, Minggu (19/06).

Maman menilai tidak ada yang keliru dengan tradisi Bu Shinta yang sudah dilakukan sejak 2001 itu. Bukankah kegiatan itu juga diadakan di pesantren, kolong jembatan, pura, wihara, penjara dan tempat lain.

Bahkan sudah jutaan orang yang bergembira dengan kegiatan Bu Shinta itu. Memakan takjil dengan gembira, dan bisa berbagi keluh kesah tentang hidup mereka dengan Bu Shinta.

“sulit dipahami acara positif kok dibubarkan. Aneh saja”, kata Pengasuh PP. Al-Mizan Jatiwangi itu.

Tidak hanya mengecam aksi penolakan oleh salah satu Ormas Islam, Maman juga mengecam kicauan akun-akun yang menghina Istri Gusdur, Presiden RI ke 4 itu seperti Mustofa Nahrawardaya lewat akun Twitter @TofaLemon yang menyinggung keterbatasan Bu Shinta untuk upayanya berbagi dengan orang lain.

“Bikin tweet itu yg cerdas dan mencerahkan, ini malah bikin gaduh yg ga jelas. Apalagi katanya dia aktivis”, kata Maman.

Atas dua perlakuan terhadap Bu Shinta itu, Maman mendesak adanya tindakan tegas dari Pemerintah.

“Jangan ada pembiaran. Dari soal-soal seperti ini relasi keagamaan kita terus-terusan tergganggu. Karena bisa jadi menyulut konflik yg lebih luas. Isu agama itu sensitif mesti dintisipasi. Kuncinya ya ketegasan Pemerintah itu”, Pungkas Maman. (Abduh)

2061 Views

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

*